Ranah

Dorong Daya Saing, Insentif Pacu Industri Furnitur Nasional

199
×

Dorong Daya Saing, Insentif Pacu Industri Furnitur Nasional

Sebarkan artikel ini
temui-purbaya,-kadin-dorong-insentif-untuk-industri-furnitur
Temui Purbaya, Kadin Dorong Insentif untuk Industri Furnitur

Jakarta – Pemerintah tengah mengkaji pemberian insentif dan deregulasi untuk mendorong pertumbuhan industri furnitur nasional. Hal ini menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Jumat (19/12/2025).

Pertemuan di Kementerian Keuangan tersebut menyoroti potensi pasar furnitur global yang mencapai US$ 300 miliar.

Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan bahwa kontribusi Indonesia saat ini baru sekitar US$ 2,5 miliar.

“Pertumbuhan industri furnitur sebenarnya cukup sehat, namun tantangannya adalah surplus perdagangannya mengecil karena impor yang meningkat,” kata Anindya.

Kadin mengusulkan akses pendanaan dengan bunga kompetitif dan penguatan industrialisasi berbasis sumber daya alam dalam negeri, terutama rotan.

Anindya menambahkan, Indonesia memiliki 85 persen sumber daya rotan dunia. Diversifikasi pasar ekspor juga penting, mengingat 60 persen ekspor furnitur Indonesia masih bergantung pada Amerika Serikat.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Ahmad Sobur, berharap pemerintah memberikan dukungan konkret, khususnya dalam pembiayaan.

Ia menyoroti pembiayaan melalui LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) yang saat ini memberikan bunga sekitar 6 persen.

“Tapi volumenya masih terbatas, sekitar Rp 200 miliar. Kami berharap bisa ditingkatkan hingga Rp 16 triliun agar industri furnitur bisa terdorong tumbuh hingga ekspor 6 miliar dolar AS,” ujar Ahmad.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan mencermati skema pembiayaan LPEI, termasuk penyaluran yang masih rendah.

Purbaya juga akan mengecek kondisi internal LPEI yang sempat bermasalah akibat kasus korupsi.

“Jadi kami cek dulu sudah betul belum di LPEI-nya. Kalau sudah betul, kami tambahkan insentif dukungan ke industri furnitur lewat LPEI,” tegas Purbaya.