Ranah

DPRD Agam Gelar Rapat di Hotel Saat Bencana

300
×

DPRD Agam Gelar Rapat di Hotel Saat Bencana

Sebarkan artikel ini
korban-bencana-masih-berduka,-dprd-agam-keluar-daerah-juga
Korban Bencana Masih Berduka, DPRD Agam Keluar Daerah Juga

Padang – Di tengah upaya penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, sejumlah anggota DPRD Agam justru menggelar rapat di sebuah hotel di Kota Padang. Hal itu dilansir dari Topsatu.com.

Rapat yang berlangsung di Hotel Rocky, Padang, dari tanggal 19 hingga 22 Desember, memicu pertanyaan terkait sensitivitas dan prioritas para wakil rakyat.

Anggota DPRD Agam, Marga Indra Putra, membenarkan adanya rapat tersebut. Agenda yang dibahas meliputi rapat Pansus Perizinan dan rapat Bamus dengan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“Benar ada dua agenda rapat di Padang hari ini, yaitu rapat Pansus Perizinan dan rapat Bamus, lima hari,” ungkap Marga Indra.

Marga sendiri mengaku tidak hadir karena fokus pada penanganan pascabencana dan urusan keluarga.

Kondisi Kabupaten Agam saat ini sangat memprihatinkan. Banjir dan galodo telah menghancurkan sejumlah kecamatan, terutama Palembayan, Tanjung Mutiara, Tanjung Raya, Malalak, dan Palupuh.

Data terkini mencatat 186 korban meninggal dunia, 70 hilang, ribuan mengungsi, serta kerusakan parah pada rumah, jembatan, jalan, irigasi, sekolah, dan tempat ibadah.

Tokoh masyarakat Palembayan, Kasra Scorpi, menyayangkan rapat di hotel tersebut. Ia menilai tindakan itu tidak pantas di tengah kondisi duka dan keterbatasan anggaran.

“Dengan kondisi daerah luluh lantak dilanyau bencana, keuangan negara dan daerah prihatin, katanya efesiensi, tapi anggota dewannya rapat juga di hotel,” kritik Kasra.

Kasra menekankan pentingnya fokus pada pemulihan pascabencana, termasuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur, hunian sementara, sekolah, kesehatan, dan trauma healing.

Ketua DPRD Agam, Ilham, membenarkan adanya rapat di Hotel Rocky Padang. Namun, ia mengklaim hanya 10 anggota yang hadir dan rapat berlangsung satu hari.

“Hanya 10 orang saja rapat disana, lamanya hanya 1 hari saja,” kata Ilham.

Pernyataan Ilham ini berbeda dengan keterangan Marga Indra yang menyebutkan kegiatan berlangsung selama lima hari dengan dua agenda. Ilham berdalih memberikan persetujuan rapat di Padang karena anggota dewan telah sibuk di lapangan pasca bencana.

“Imbang pula rasanya, setelah lelah di lapangan, sekarang di hotel, wajar sajalah kiranya,” imbuh Ilham.