PemerintahanPolitikRanah

Gubernur Mahyeldi Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sumatera Barat

48
×

Gubernur Mahyeldi Lantik Enam Pejabat Tinggi Pratama Pemprov Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
lantik-enam-pejabat-eselon-2,-gubernur-mahyeldi:-pejabat-harus-hadir-menjawab-persoalan-masyarakat
Lantik Enam Pejabat Eselon 2, Gubernur Mahyeldi: Pejabat Harus Hadir Menjawab Persoalan Masyarakat

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, melakukan perombakan besar-besaran dengan melantik enam pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Istana Gubernuran, Rabu (2/9/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya penguatan organisasi melalui mekanisme manajemen talenta yang lebih dinamis.

Yozawardi Usama Putera kini menempati posisi Asisten Ekonomi dan Pembangunan, sementara Adib Alfikri dipercaya mengemban tugas sebagai Asisten Administrasi Umum.

Posisi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) resmi dijabat oleh Medi Iswandi.

Jajaran kepala dinas baru juga diisi oleh Tasliatul Fuaddi sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Mahdianur sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Kuartini Deti Putri mendapatkan mandat untuk memimpin Dinas Lingkungan Hidup.

Mahyeldi menekankan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

“Jabatan adalah amanah, jadi mesti dilihat sebagai kesempatan untuk berbuat lebih banyak dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat,” tegas Mahyeldi.

Ia menuntut para pejabat baru untuk meninggalkan pola kerja pasif di balik meja dan lebih proaktif turun ke lapangan.

Gubernur secara khusus menginstruksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk segera menghadirkan solusi konkret terkait persoalan pengelolaan sampah.

Kepemimpinan yang memberi teladan dalam kedisiplinan dan etos kerja menjadi syarat mutlak yang ditekankan oleh orang nomor satu di Sumatera Barat tersebut.

“Seorang pemimpin harus memberikan contoh sebelum memberikan perintah,” tandasnya.

Rotasi ini ditegaskan sebagai dinamika organisasi yang wajar demi mendahulukan kepentingan pembangunan daerah di atas kepentingan pribadi.

Para pejabat diminta segera melakukan akselerasi kinerja, membangun komunikasi internal yang solid, serta bekerja dengan penuh keikhlasan.