Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) intensif memantau penyaluran dana Rp 200 triliun yang dikucurkan pemerintah kepada lima bank Himbara.
Dana ini diharapkan mendongkrak likuiditas dan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa suntikan modal tersebut telah memperkuat posisi likuiditas bank-bank Himbara.
“Masuknya dana Rp 200 triliun telah meningkatkan posisi likuiditas dari bank Himbara,” ujar Mahendra usai rapat bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Secara teknis, Mahendra menjelaskan, rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK) bank-bank Himbara mengalami peningkatan signifikan.
Sebelumnya, beberapa bank memiliki rasio di bawah 20 persen, namun kini telah melampaui ambang batas tersebut.
Menurut Mahendra, rasio AL/DPK di atas 20 persen merupakan indikator yang baik untuk mengukur tingkat likuiditas suatu bank.
Selain itu, suntikan dana ini juga diyakini akan meningkatkan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat.
Mahendra menambahkan, suntikan dana dari pemerintah juga berdampak pada penurunan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (DPK) atau loan to deposit ratio (LDR) bank.
Beberapa bank Himbara sebelumnya memiliki LDR di atas 90 persen.
“Dengan adanya dana Rp 200 triliun ini, maka LDR mereka sekarang turun di bawah 90 persen, sehingga memberikan ruang lebih besar bagi bank-bank itu untuk memberikan pinjaman, kredit kepada debitur yang menyampaikan proposalnya,” jelasnya.
Pemerintah menempatkan dana di lima bank BUMN, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Alokasi dana bervariasi berdasarkan ukuran bank, dengan BRI, BNI, dan Bank Mandiri masing-masing menerima Rp 55 triliun, BTN menerima Rp 25 triliun, dan BSI menerima Rp 10 triliun.
Dana tersebut merupakan separuh dari total dana pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah meminta kelima bank Himbara untuk memaksimalkan penyaluran dana tersebut.
Purbaya optimistis penempatan uang negara ini akan memacu pertumbuhan kredit dan mendorong perekonomian nasional. Ia juga meyakini bank-bank BUMN memiliki sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola simpanan pemerintah ini.






