Padang – Isu melemahnya pencalonan dirinya sebagai Ketua KONI Sumbar ditepis oleh Hamdanus. Ia menegaskan bahwa semangatnya untuk membenahi KONI Sumbar tidak pernah padam. Penegasan itu disampaikan Hamdanus saat ditemui Jurnalis Revdi Iwan Syahputra di sebuah kedai kopi di kawasan Veteran, Padang, Jumat (27/6/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Revdi menanyakan langsung mengenai isu yang menyebutkan bahwa Hamdanus mulai menepi dari pencalonan Ketua KONI Sumbar. “Bung Hamdanus, belakangan ini ramai isu bahwa Bung mulai melemah dalam pencalonan Ketua KONI Sumbar. Bahkan sebagian menyebut Bung seperti menepi. Ditambah lagi belum adanya jadwal Musorprov yang pasti. Apa Bung memang sudah mulai menarik diri?” tanya Revdi.
Menanggapi hal tersebut, Hamdanus dengan tersenyum tipis mengatakan bahwa dirinya mengetahui isu tersebut. “Saya tahu isu itu. Tapi saya tegaskan: semangat saya tidak pernah padam. Kalau saya tidak tampak gaduh, bukan berarti saya mundur. Saya bergerak dalam diam, mengatur langkah. Bagi saya, kepercayaan itu bukan untuk dipertontonkan-tapi untuk dijaga,” ujarnya.
Selain itu, Revdi juga menanyakan mengenai rumor yang menyebutkan bahwa duet Hamdanus dengan Anandya Dipo Pratama mulai pecah kongsi. “Satu lagi, Bung. Isu yang lebih tajam-duet Bung dengan Anandya Dipo Pratama dikabarkan mulai pecah kongsi. Banyak yang bilang arah politik kalian tak lagi sejalan. Apa benar begitu?” tanya Revdi.
Hamdanus menepis isu tersebut dengan tertawa ringan. Ia menegaskan bahwa dirinya dan Dipo masih solid dan memiliki satu semangat. “Itu isu murahan, Bung. Mungkin lahir dari mereka yang tak suka melihat kekompakan kami. Tapi saya tegaskan: Tidak! Kami masih solid, satu gerak, satu semangat. Saya dan Bung Dipo saling melengkapi. Malah, keberadaan Bung Dipo justru memperkuat optimisme saya. Dia adalah sosok muda yang visioner, punya koneksi, pengalaman, dan sangat dicintai banyak cabor. Kami bukan sekadar kolega-kami satu tim dengan mimpi yang sama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hamdanus menjelaskan bahwa isu tersebut muncul karena banyak pihak yang terganggu dengan kekuatan yang ia miliki bersama Dipo. Ia juga menegaskan bahwa dukungan dari berbagai pihak terus mengalir kepada dirinya dan Dipo. “Karena banyak yang terganggu dengan kekuatan kami. Tapi lihat saja: dukungan terus mengalir, baik untuk saya maupun untuk Bung Dipo. Cabor-cabor masih bersama kami, KONI kabupaten dan kota terus memberi semangat, dan berbagai elemen masyarakat olahraga justru makin kencang mendorong kami untuk maju. Kami tidak terguncang oleh rumor-kami sibuk menyiapkan langkah,” ungkapnya.
Revdi kemudian menyinggung mengenai rekam jejak Hamdanus di KONI Sumbar, mulai dari Badan Audit Internal, Wakil Ketua, hingga Pelaksana Tugas Ketua KONI. Ia juga mengingatkan kembali janji Hamdanus untuk menghidupkan Porprov yang telah vakum selama tujuh tahun.
Menanggapi hal tersebut, Hamdanus menegaskan bahwa dirinya masih ingin bertarung sampai titik akhir dan ingin membenahi KONI Sumbar. “Saya tidak sekadar ingin bertarung, Bung. Saya ingin membenahi. Porprov yang mati suri itu harus dihidupkan. Atlet kita kehilangan panggung, dan saya tidak rela itu dibiarkan. Saya tahu ini bukan perjuangan mudah. Tapi saya tidak sendiri. Ada Bung Dipo, ada cabor, ada KONI daerah, ada banyak mata yang menaruh harapan. Saya tidak akan menepi hanya karena rumor. Justru rumor itu jadi pembakar tekad,” tegasnya.
Mengenai Musorprov yang masih belum jelas, Hamdanus berharap agar mekanisme organisasi berjalan jujur dan transparan. “Kita berharap mekanisme organisasi berjalan jujur dan transparan. Jangan sampai KONI dijadikan arena spekulasi politik. Tapi saya tak akan terjebak dalam permainan narasi. Saya tetap fokus. Kalau Musorprov itu digelar besok, saya siap hari ini,” katanya.
Di akhir pertemuan, Revdi menanyakan apakah Hamdanus belum tumbang dan bahkan makin siap. Dengan sorot mata tajam, Hamdanus menjawab, “Saya belum selesai. Saya masih berdiri. Saya tidak akan berhenti karena fitnah, dan tidak akan goyah karena bisik-bisik. Saya dan Bung Dipo masih satu barisan, dan kami tidak akan berhenti sampai Sumbar punya KONI yang benar-benar kuat,”.
Pertemuan pada Jumat (27/6/2025) tersebut menjadi saksi bahwa rumor tidak selalu mampu meruntuhkan semangat. Hamdanus menegaskan sikapnya untuk tetap berdiri, tetap percaya diri, dan tetap solid bersama Anandya Dipo Pratama menuju arah yang jelas.
Hamdanus menunjukkan sikap yang tenang dan teguh di tengah badai rumor tentang kemunduran dan perpecahan. Dengan dukungan pengalaman panjang, jejaring kuat, dan kekompakan yang tak retak dengan Anandya Dipo Pratama, ia tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin siap memimpin KONI Sumbar ke arah yang lebih bersih, transparan, dan progresif.






