Ranah

Harga Minyak Tertekan Usai Iran Buka Hormuz

75
×

Harga Minyak Tertekan Usai Iran Buka Hormuz

Sebarkan artikel ini
harga-minyak-turun-10-persen-setelah-selat-hormuz-dibuka
Harga Minyak Turun 10 Persen Setelah Selat Hormuz Dibuka

Jakarta – Harga minyak dunia kembali merosot tajam setelah Iran mengumumkan Selat Hormuz dibuka sepenuhnya untuk lalu lintas komersial. Pelemahan paling besar terjadi pada kontrak berjangka minyak mentah Brent yang anjlok 10 persen hingga tembus di bawah US$ 90 per barel pada Jumat, 17 April 2026.

Pada perdagangan hari itu, Brent sempat menyentuh level terendah di US$ 86 per barel sekitar pukul 21.00. Trading Economics melaporkan, harga tersebut menjadi titik terendah Brent dalam hampir lima pekan setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan jalur strategis itu kini sepenuhnya terbuka.

Tekanan serupa juga terjadi pada minyak West Texas Intermediate (WTI) asal Amerika Serikat. WTI tercatat turun 10 persen dan berada di level US$ 84 per barel pada perdagangan Jumat, 17 April 2026.

Hingga Sabtu sore, 18 April 2026, harga Brent bertahan di kisaran US$ 91 per barel. Sementara itu, WTI berada di sekitar US$ 83 per barel.

Pembukaan jalur pelayaran strategis itu memunculkan harapan bahwa gangguan pasokan energi global mulai mereda. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai konsesi Iran dapat menjadi pintu masuk menuju kesepakatan damai yang lebih luas.

Iran pada Jumat, 17 April 2026, menyatakan Selat Hormuz “sepenuhnya dibuka” di tengah gencatan senjata antara Israel dan Libanon. Selat yang selama ini dilintasi sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia tersebut sebelumnya ditutup Iran sejak akhir Februari 2026 setelah serangan Amerika Serikat dan Israel.

Di sisi lain, PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan dua kapal yang sempat tertahan kini bersiap melintas. Pertamina juga meningkatkan pemantauan dan menyiapkan passage plan agar pelayaran berlangsung aman.

“Agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,” kata Pejabat Sementara Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita dalam keterangan resmi, Sabtu, 18 April 2026.