Teknologi

Intip Perplexity: Alasan Apple, Samsung, Meta Mengincarnya

270
×

Intip Perplexity: Alasan Apple, Samsung, Meta Mengincarnya

Sebarkan artikel ini
siapakah-perplexity-yang-ditaksir-apple,-samsung-dan-meta
Siapakah Perplexity yang Ditaksir Apple, Samsung dan Meta

Jakarta – Persaingan global dalam bidang kecerdasan buatan (AI) semakin memanas, dengan sorotan tertuju pada startup bernama Perplexity.

Perusahaan-perusahaan teknologi raksasa seperti Meta, Apple, dan Samsung dilaporkan tengah berupaya menjalin kemitraan strategis, bahkan mengakuisisi perusahaan yang tengah naik daun tersebut.

Perplexity, sebuah mesin pencari berbasis AI, menggabungkan kemampuan chatbot dengan pencarian interaktif.

Berbeda dengan pendekatan tradisional Google, Perplexity memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan dalam bahasa alami dan menerima jawaban relevan yang disertai kutipan dari sumber terpercaya.

Teknologi ini memanfaatkan model bahasa besar seperti GPT dari OpenAI dan Llama dari Meta, yang mampu merangkum informasi secara real-time dan menyajikannya dalam format yang mudah dipahami.

Keunggulan Perplexity mencakup respons yang cepat dan akurat, antarmuka chatbot yang intuitif, fitur Threads untuk diskusi, integrasi dengan Chrome dan perangkat mobile, serta kegunaan dalam berbagai sektor seperti pendidikan, riset, dan pekerjaan profesional. Kombinasi fitur ini menjadikan Perplexity sebagai pesaing serius bagi dominasi Google Search di pasar mesin pencari.

Ketertarikan perusahaan besar terhadap Perplexity juga didorong oleh valuasi perusahaan yang melonjak hingga USD 14 miliar setelah putaran pendanaan terbaru.

Hal ini mencerminkan optimisme pasar terhadap kemampuan Perplexity dalam memberikan pengalaman pencarian yang kontekstual dan cerdas, sesuai dengan kebutuhan pengguna modern.

Apple menjadi salah satu pihak yang paling serius mempertimbangkan akuisisi Perplexity. Akuisisi ini berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah Apple, melampaui pembelian Beats senilai USD 3 miliar pada tahun 2014.

Ketertarikan Apple didorong oleh upaya untuk menyuntikkan talenta dan inovasi baru ke dalam ekosistemnya, serta potensi berakhirnya kontrak senilai USD 20 miliar per tahun dengan Google yang tengah diselidiki dalam kasus antimonopoli.

Selain akuisisi penuh, Apple juga mempertimbangkan integrasi Perplexity ke layanan seperti Siri atau Safari sebagai bentuk kemitraan strategis.

Samsung dilaporkan telah mencapai tahap akhir negosiasi untuk menjalin kemitraan dengan Perplexity. Rencana tersebut mencakup menjadikan Perplexity sebagai asisten AI bawaan di lini Galaxy S26.

Langkah ini dinilai strategis karena Samsung ingin mengurangi ketergantungan terhadap Google dan memperkuat kemampuan Bixby yang selama ini kurang diminati.

Pengguna Galaxy di Amerika Serikat bahkan telah mendapatkan akses gratis ke Perplexity Pro, yang menunjukkan kerja sama yang semakin erat.

Meta, yang sebelumnya tertarik untuk mengakuisisi Perplexity, kini memilih untuk menginvestasikan USD 14 miliar ke perusahaan AI lain, Scale AI.

Meskipun demikian, minat awal Meta menegaskan bahwa Perplexity adalah startup AI yang sangat diperhitungkan.

Perplexity kini menjadi pusat perhatian karena kemampuannya menghadirkan mesin pencari cerdas yang relevan dengan kebutuhan zaman, dan menjadi incaran para raksasa teknologi yang berlomba mengamankan posisinya di masa depan AI.