Agam – Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Marves, Rahmat Kaimuddin, meninjau langsung kerusakan infrastruktur akibat bencana alam di Sumatera Barat. Fokus utama peninjauan adalah Jembatan Masang yang putus.
Didampingi Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, Rahmat meninjau dampak kerusakan jembatan di Sungai Batang. Jembatan ini merupakan infrastruktur vital yang terdampak paling parah.
Rahmat menyatakan timnya tengah mengumpulkan data lengkap terkait infrastruktur rusak di tiga provinsi terdampak.
“Infrastruktur yang rusak macam-macam dari tiga provinsi yang terdampak, jadi kami pertama mengumpulkan dari infrastruktur nasional,” ujarnya.
Upaya utama saat ini adalah mengidentifikasi dan mengkaji seluruh kerusakan. Rahmat meminta bantuan dari pemerintah daerah untuk mengumpulkan data kerusakan secara komprehensif.
“Setelah itu, tugas kami melihat bagaimana kita perantara kerja sama pemerintah pusat, daerah, supaya infrastruktur kita bisa kembali normal,” imbuhnya.
Semangat gotong royong terlihat dari upaya cepat tanggap di lapangan, meski pemerintah pusat masih dalam proses pengumpulan data dan perencanaan pemulihan jangka panjang.
Warga bersama TNI telah berhasil membangun jembatan darurat dari batang kelapa di Sungai Batang Masang.
Jembatan darurat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Keberadaan jembatan darurat ini meringankan beban masyarakat setelah sebelumnya jalur logistik dan mobilitas terputus.
Kunjungan Deputi Kemenko Marves ini juga menjadi apresiasi atas kerja cepat masyarakat dan TNI dalam memulihkan konektivitas. Pemerintah pusat tengah menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.






