Ranah

Kloter 14 Padang Bimbing Fikih Haid Jemaah Haji Perempuan

116
×

Kloter 14 Padang Bimbing Fikih Haid Jemaah Haji Perempuan

Sebarkan artikel ini
jemaah-perempuan-kloter-padang-dapat-bimbingan-fikih-haid-saat-haji
Jemaah Perempuan Kloter Padang Dapat Bimbingan Fikih Haid Saat Haji

Makkah – Petugas Kloter 14 Embarkasi Padang menggelar bimbingan khusus fikih haji bagi jemaah perempuan di Makkah untuk menjawab persoalan ibadah yang kerap muncul saat haid di Tanah Suci. Pembahasan difokuskan pada praktik umrah wajib hingga pelaksanaan Tawaf Ifadhah, dua tahapan penting dalam rangkaian haji.

Forum bimbingan itu berlangsung di lorong kamar lantai 9 Tower 9C, Makkah, dengan pendampingan Pembimbing Ibadah Kloter 14, Tri Andriani Jusair. Suasana berlangsung tenang, namun para jemaah perempuan terlihat serius menyimak sambil mencatat poin-poin penting.

Tri menjelaskan bahwa jemaah perempuan yang sedang haid tetap bisa menjalankan sunnah ihram, kecuali salat sunnah ihram. Pakaian ihram tetap dikenakan dan niat tetap dilafalkan. “Ketika tiba di Makkah, jemaah bisa beristirahat sampai suci, kemudian mandi wajib sebelum melaksanakan umrah wajib,” kata Tri dalam bimbingan itu.

Ia juga menegaskan, sejak berniat ihram di miqat, jemaah tetap terikat seluruh larangan ihram meski sedang haid. Karena itu, jemaah diminta menjaga diri agar tidak melanggar ketentuan ihram.

Selain membahas umrah wajib, bimbingan tersebut mengulas persoalan fikih kontemporer yang sering muncul menjelang Tawaf Ifadhah. Bagi jemaah yang masih memiliki waktu tinggal cukup lama di Makkah, tawaf dapat ditunda hingga kondisi suci.

Situasinya berbeda untuk jemaah yang jadwal kepulangannya sudah dekat. Dalam kondisi seperti itu, petugas memaparkan sejumlah opsi, termasuk penggunaan obat penunda haid atas rekomendasi dokter sebelum fase Armuzna.

Tri juga menyampaikan pandangan ulama Ibnu Taimiyah mengenai keadaan darurat bagi jemaah yang belum suci menjelang kepulangan. Dalam kondisi tertentu, jemaah diperbolehkan melaksanakan Tawaf Ifadhah dengan tetap menjaga agar darah tidak menetes ke area masjid. “Ini menjadi solusi darurat agar jemaah tetap dapat menyempurnakan rukun hajinya,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin, 18 Mei 2026.

Bimbingan tersebut mendapat respons besar dari jemaah perempuan Kloter 14 Padang. Banyak di antara mereka memanfaatkan kesempatan itu untuk berkonsultasi langsung terkait persoalan ibadah yang dihadapi selama berada di Tanah Suci.