PemerintahRanah

Mahyeldi Ajak Forum TJSL-BU Bangun Sumbar Lebih Terarah

173
×

Mahyeldi Ajak Forum TJSL-BU Bangun Sumbar Lebih Terarah

Sebarkan artikel ini
raker-forum-tjsl-bu-sumbar,-gubernur-mahyeldi-minta-program-harus-berkualitas-dan-terarah
Raker Forum TJSL-BU Sumbar, Gubernur Mahyeldi Minta Program harus Berkualitas dan Terarah

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendorong sinergi program tanggung jawab sosial dan lingkungan badan usaha (TJSL-BU) dengan pemerintah daerah.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyebut langkah ini krusial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mahyeldi menyampaikan hal tersebut saat membuka Rapat Kerja Forum TJSL-BU Sumbar, Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, TJSL-BU memiliki peran strategis sebagai sumber alternatif pendukung program pemerintah.

“TJSL-BU memiliki nilai strategis untuk disinkronkan dengan program pemerintah,” tegas Mahyeldi.

Ia menekankan pentingnya bantuan yang efektif, terarah, tepat sasaran, serta tepat jumlah dan penerimanya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyoroti potensi investasi pasar modal di Sumbar yang terus tumbuh positif.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumbar mencatat total nilai transaksi saham oleh investor ber-KTP Sumbar mencapai sekitar Rp12 triliun.

“Ini menunjukkan potensi besar untuk membangun Sumbar,” kata Mahyeldi, mengajak investor, termasuk pengusaha Minang di perantauan, untuk berinvestasi di kampung halaman.

Selain itu, Mahyeldi menyinggung 11 ribu hektare kebun kelapa sawit yang dikelola pengusaha tanpa izin. Pemprov Sumbar berupaya menggandeng PT Agrinas Palma Nusantara untuk mengelola lahan tersebut demi peningkatan produksi dan rehabilitasi lahan.

Ketua TJSL-BU Sumbar, Gusti Candra, menyatakan forum ini menjadi wadah kolaborasi badan usaha untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Keberadaan forum ini menjadi wujud nyata semangat kebersamaan antara dunia usaha dengan pemerintah dan masyarakat,” ujar Gusti, yang juga Direktur Utama Bank Nagari.

Forum TJSL-BU Sumbar memiliki program jangka pendek untuk solusi cepat kebutuhan mendesak masyarakat, seperti penanganan masyarakat miskin ekstrem, serta program jangka panjang yang fokus pada penguatan daya saing daerah dan dukungan pembangunan berkelanjutan.