Ranah

Mahyeldi Dorong Pemuda Sumbar Jadi Kreator Digital

75
×

Mahyeldi Dorong Pemuda Sumbar Jadi Kreator Digital

Sebarkan artikel ini
pelatihan-konten-video,-mahyeldi-dorong-pemuda-sumbar-kreatif-dan-inovatif-di-era-digital
Pelatihan Konten Video, Mahyeldi Dorong Pemuda Sumbar Kreatif dan Inovatif di Era Digital

Bukittinggi – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong generasi muda untuk tidak berhenti sebagai pengguna teknologi, melainkan menjadi pencipta ide dan inovasi di tengah percepatan transformasi digital.

Pesan itu disampaikan Mahyeldi saat membuka kegiatan Peningkatan Kreativitas Pemuda Sub Sektor Video di Grand Rocky Hotel, Rabu (29/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pemuda perlu menunjukkan jati diri lewat karya, bukan sekadar bertumpu pada nama besar keluarga.

“Pemuda itu bukan yang sibuk membanggakan orang tuanya. Pemuda adalah mereka yang mengatakan ini karya saya, ini ide saya,” ujar Mahyeldi.

Ia menilai kreativitas merupakan modal penting agar daerah mampu bersaing di era digital yang semakin terbuka. Menurut dia, masa depan Sumatera Barat juga ditentukan oleh kemampuan anak muda menghadirkan gagasan baru yang berguna bagi banyak orang.

“Kalau Sumbar ingin maju, pemudanya harus kreatif. Kreatif itu orang yang punya ide dan menghadirkan sesuatu yang bermanfaat,” katanya.

Mahyeldi juga mengajak pemuda membangun identitas diri melalui hasil kerja sendiri, bukan bergantung pada latar belakang keluarga. Ia mengaitkan hal itu dengan nilai-nilai keagamaan yang menempatkan pemuda sebagai sosok yang hadir dengan kemampuan dan potensi masing-masing.

“Pemuda itu hadir dengan kreativitas dan inovasinya. Mereka menunjukkan eksistensi lewat hasil karya,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, perkembangan teknologi digital membuka peluang luas bagi anak muda, terutama di sektor konten video dan industri kreatif. Ia menilai ekspresi generasi muda yang khas perlu diarahkan ke hal-hal positif.

“Yang unik itu berbeda dari yang lain. Anak muda sekarang berani berekspresi dan itu bagian dari inovasi,” katanya.

Anggota DPRD Sumbar Zulkanedi Said mengatakan kegiatan ini merupakan program perdana yang digelar bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar. Ia menyebut proses seleksi peserta berlangsung ketat karena tingginya minat generasi muda untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Menetapkan 50 peserta ini tidak mudah. Yang lolos memang istimewa,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar Mahdianur menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan pemuda menghadapi transformasi digital. Ia berharap peserta tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen konten digital yang produktif dan bernilai ekonomi.

“Kami ingin pemuda menjadi kreator konten yang positif dan bermanfaat,” kata Mahdianur.

Ia menambahkan, pengembangan kreativitas tetap harus berpegang pada nilai budaya dan norma agama Minangkabau. “Kreatif boleh, tetapi harus tetap beretika sesuai falsafah adat,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 29 April hingga 2 Mei 2026, diikuti 50 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat. Pesertanya terdiri atas pelajar, guru muda, hingga pegawai nagari. Mereka mendapat pelatihan dari praktisi industri kreatif, produser, penulis naskah, serta tenaga profesional bersertifikasi nasional.