Tanah Datar – Pada peletakan batu pertama proyek rumah relokasi terpadu di Nagari Rambatan, Kamis (12/9/24), Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyatakan harapannya agar pembangunan tersebut dapat diselesaikan lebih cepat dari target.
Proyek ini bertujuan untuk menyediakan hunian baru bagi warga yang terdampak bencana banjir, longsor, dan lahar dingin di Tanah Datar.
“Kita harapkan lebih cepat lagi, sehingga masyarakat yang saat ini menumpang bisa segera direlokasi ke sini,” ujar Mahyeldi.
Proyek yang berlokasi di kawasan Balai Benih Induk (BBI) ini akan dibangun di atas lahan seluas 3,8 hektar dengan kapasitas 150 rumah. Tahap pertama akan dihuni oleh 60 kepala keluarga yang berminat.
“Relokasi ini ditangani oleh Kementerian PUPR,” jelas Mahyeldi.
Mahyeldi menekankan bahwa kawasan ini bebas dari risiko bencana dan berpotensi meningkatkan perekonomian warga melalui sektor pertanian.
“Kami berharap warga bisa membentuk kelompok tani dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar dalam budidaya tanaman seperti jagung dan padi,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Tanah Datar menyampaikan optimismenya bahwa proyek relokasi akan selesai dalam waktu tiga bulan. “Insya Allah tiga bulan ke depan, rumah 60 unit ini akan selesai,” ucapnya.
Meskipun terdapat lahan yang cukup untuk 150 rumah, hanya 60 kepala keluarga yang tertarik untuk direlokasi di kawasan terpadu ini. “Alasan warga tidak ingin relokasi karena jauh dari tempat tinggal sekarang,” jelas Bupati.
Selain rumah hunian, proyek relokasi terpadu ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti masjid, taman, kolam, serta lahan pembibitan. Bantuan dana dari perantau dan warga melalui Baznas hingga saat ini telah terkumpul Rp 2,6 miliar.






