NusantaraPemerintahan

Menaker Gratiskan Sertifikasi Kompetensi bagi Alumni MagangHub

209
×

Menaker Gratiskan Sertifikasi Kompetensi bagi Alumni MagangHub

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan fasilitas sertifikasi kompetensi secara gratis bagi seluruh alumni program MagangHub.

Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah konkret pemerintah dalam memberikan pengakuan formal atas keahlian peserta, sekaligus mendongkrak daya saing tenaga kerja muda di kancah nasional.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan sertifikat pemagangan saja belum cukup untuk menjamin kesiapan kerja.

Menurutnya, para alumni memerlukan pengakuan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti valid atas kompetensi yang mereka miliki.

“Penting bagi lulusan MagangHub untuk memiliki sertifikasi kompetensi sebagai pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki, sekaligus memperkuat posisi mereka di pasar kerja,” ujar Yassierli dalam keterangan resmi, Minggu (31/5/2026).

Untuk mengakses fasilitas ini, alumni dapat melakukan pendaftaran secara daring dengan memilih satu dari 15 skema sertifikasi yang tersedia sesuai bidang pemagangan.

Setelah pendaftaran terverifikasi, peserta akan menjalani uji kompetensi tatap muka di 21 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berada di bawah naungan Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) Kemnaker.

Jaringan UPTP tersebut tersebar di berbagai penjuru tanah air. Sebanyak enam lokasi merupakan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) yang beroperasi di Bandung, Bekasi, Makassar, Medan, Semarang, dan Serang.

Selain itu, terdapat 15 lokasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang mencakup wilayah Ambon, Banda Aceh, Bandung Barat, Bantaeng, Banyuwangi, Belitung, Kendari, Lombok Timur, Padang, Pangkep, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, serta Ternate.

Pemerintah sendiri terus mengakselerasi program MagangHub dengan mematok target partisipasi hingga 150 ribu peserta pada tahun 2026.

Integrasi antara program magang dan sertifikasi kompetensi ini diharapkan mampu memangkas kesenjangan antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan industri yang semakin kompetitif.