Ranah

Menteri LH Sebut Curah Hujan Ekstrem Sebabkan Bencana Padang

266
×

Menteri LH Sebut Curah Hujan Ekstrem Sebabkan Bencana Padang

Sebarkan artikel ini
menteri-lh:-curah-hujan-ekstrem-jadi-pemicu-utama-bencana-di-padang
Menteri LH: Curah Hujan Ekstrem Jadi Pemicu Utama Bencana di Padang

Padang – Curah hujan ekstrem menjadi penyebab utama bencana yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Hanif meninjau langsung lokasi terdampak, termasuk area Pantai Padang yang dipenuhi kayu gelondongan, Selasa (9/12/2025).

Hanif menjelaskan, berdasarkan pantauan udara, tidak ditemukan adanya indikasi perusakan hutan yang signifikan di wilayah hulu.

“Dari pantauan udara, kita melihat tidak ada aktivitas perusakan hutan yang signifikan yang memperburuk situasi. Faktor utamanya adalah curah hujan yang sangat tinggi,” ujarnya.

Curah hujan yang mencapai 350 mm dalam kurun waktu 2-3 hari, menurutnya, termasuk kategori ekstrem. Kondisi ini memicu terjadinya longsor dan menghanyutkan kayu gelondongan.

Saat ini, tim dari Kementerian LHK tengah melakukan verifikasi terhadap dugaan titik-titik yang berpotensi memperparah banjir. Namun, Hanif menegaskan bahwa dampaknya tidak sebanding dengan dampak cuaca ekstrem.

“Tim sedang melakukan verifikasi di beberapa titik yang diduga ikut memperparah banjir. Namun skalanya masih jauh di bawah dampak kondisi alam,” terangnya.

Lebih lanjut, Hanif menyoroti bahwa Kota Padang berada di antara wilayah konservasi dan hutan lindung, sehingga sangat rentan terhadap gangguan lingkungan.

“Kami akan menganalisis lebih detail tata ruang dan konsistensi penggunaannya. Kita tidak menginginkan adanya aktivitas yang mengganggu dinding bukit, apalagi tanah di sana mudah longsor,” jelas Hanif.

Penebangan pohon di kawasan tersebut sangat tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko erosi.