Padang – Sumatera Barat diharapkan mampu kembali menjadi lokomotif industri musik nasional, mengulang kejayaan yang pernah dicapai pada era 80-an hingga 90-an. Dorongan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Tony Wenas, saat melantik pengurus DPD PAPPRI Sumatera Barat periode 2026-2039 di Auditorium Gubernuran Sumbar, Sabtu (23/5/2026) malam.
Dalam agenda yang bertepatan dengan perayaan Hari Musik Nasional itu, Husin Daruhan kembali dipercaya menakhodai organisasi tingkat provinsi tersebut. Tony Wenas, yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, memandang momentum ini sebagai langkah strategis untuk menjadikan musik sebagai instrumen pembangunan karakter bangsa sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah.
“Saya merasa bangga bisa kembali mengenang sejarah musik Ranah Minang yang pernah berjaya. Kehadiran saya di sini bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, melainkan bentuk kecintaan terhadap daerah yang telah melahirkan banyak musisi nasional legendaris seperti Elly Kasim,” ujar Tony.
Ia optimistis, dengan mengoptimalkan potensi lokal, Sumatera Barat dapat kembali menempatkan diri sebagai barometer musik tanah air. Menurutnya, ekosistem ekonomi kreatif di wilayah ini memiliki fondasi kuat untuk dikembangkan lebih jauh.
Suasana pelantikan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Di sela-sela acara, Tony Wenas bahkan menunjukkan kepiawaiannya bermusik dengan memainkan keyboard di atas panggung. Ia tampak menikmati suguhan penampilan dari penyanyi lokal, Anroys, yang turut memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.
Melalui kepengurusan baru ini, PAPPRI menaruh harapan besar agar musisi daerah dapat dirangkul lebih intensif. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan kontribusi signifikan bagi kancah musik nasional sekaligus memperkuat daya saing ekonomi kreatif di Sumatera Barat.






