Ranah

Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara Korban Bencana Sumatera

304
×

Pemerintah Kebut Pembangunan Huntara Korban Bencana Sumatera

Sebarkan artikel ini
bnpb-percepat-pembangunan-huntara,-salurkan-bantuan-logistik-korban-bencana
BNPB Percepat Pembangunan Huntara, Salurkan Bantuan Logistik Korban Bencana

Jakarta – Lebih dari seribu jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi basah yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Data terkini mencatat angka kematian mencapai 1.204 orang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berupaya menangani dampak bencana.

Selain korban meninggal, 140 orang masih dinyatakan hilang dan lebih dari 105 ribu warga terpaksa mengungsi.

Pemerintah pusat dan daerah berkolaborasi mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.

BNPB bersama TNI, Polri, dan berbagai kementerian/lembaga terkait, bersinergi membangun hunian sementara (huntara) bagi para pengungsi.

Prioritas utama saat ini adalah membuka akses jalan dan jembatan yang terputus, serta memulihkan kawasan permukiman yang terdampak.

Sejak 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026, bantuan logistik sebanyak 1.767,07 ton telah disalurkan kepada para korban.

Pendistribusian logistik dilakukan melalui berbagai moda transportasi, termasuk pesawat charter BNPB, pesawat Hercules, truk darat, dan kapal laut.

Logistik didistribusikan dari Pos Logistik Sumatra Barat (2.321,18 ton) dan Pos Logistik Aceh (2.186,2 ton).

Pembangunan huntara terus dikebut dengan target selesai sebelum bulan Ramadan. Dari 17.332 unit yang diajukan, 5.039 unit telah rampung dan siap dihuni.

Sementara itu, pengajuan pembangunan hunian tetap tercatat sebanyak 14.286 unit.

Pemerintah juga mengoptimalkan penyaluran Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH). Hingga awal Februari 2026, 18.938 rekening penerima DTH telah siap, dan bantuan telah disalurkan kepada 9.360 kepala keluarga.

Sebagai upaya percepatan tanggap darurat, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga provinsi terdampak.

Di Aceh, OMC telah dilaksanakan 532 sorti dengan total bahan semai 508.000 kilogram.

Di Sumatra Utara, 406 sorti dengan total bahan semai 357.000 kilogram.

Sementara di Sumatra Barat, 409 sorti dengan total bahan semai 406.325 kilogram.

Operasi ini bertujuan mengendalikan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi bencana susulan.

BNPB menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Tujuannya, memastikan penanganan bencana berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sinergi yang solid diharapkan mampu mempercepat pemulihan infrastruktur, memenuhi kebutuhan hunian layak, dan memperkuat mitigasi risiko bencana.