Sukoharjo – Anggota Komisi IX DPR, Edy Wuryanto, mendesak pemerintah untuk segera mencari investor baru guna menghidupkan kembali industri tekstil di Sukoharjo, Jawa Tengah.
Desakan ini muncul setelah pabrik tekstil PT Sri Rejeki Isman Textile (Sritex) dinyatakan pailit.
“Investor baru dengan insentif fiskal bisa menghidupkan kembali pabrik dan mempekerjakan para buruh Sritex,” kata Edy dalam keterangan tertulis, Kamis (13/11/2025).
Edy menekankan pemerintah dan kurator tidak bisa hanya mengandalkan penjualan aset Sritex.
Menurutnya, mencari investor baru dinilai lebih penting untuk menyerap tenaga kerja di wilayah tersebut.
Ia mengusulkan agar pemerintah memberikan stimulus investasi strategis.
Stimulus tersebut dapat berupa pembebasan pajak hingga lima tahun, kemudahan impor bahan baku dan mesin, serta jaminan penggunaan tenaga kerja lokal bagi calon investor.
“Pemerintah harus hadir, bukan hanya menyalurkan bantuan, tapi juga membuka kembali harapan dan lapangan kerja,” tegasnya.
Edy juga akan terus mengawal proses penyelesaian hak-hak eks pekerja Sritex.
Ia mendorong pembentukan tim lintas kementerian untuk merumuskan strategi pemulihan industri tekstil nasional.
Lebih dari 10 ribu karyawan Sritex di Sukoharjo terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setelah perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara itu dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang pada Februari 2025.
Hingga kini, kurator baru membayarkan upah terakhir hingga Februari.
Ribuan buruh korban PHK juga belum menerima pesangon dan tunjangan hari raya (THR) karena masih menunggu hasil penjualan aset.
Edy mendesak pemerintah dan kurator PT Sritex untuk segera menuntaskan pembayaran pesangon dan THR bagi ribuan pekerja yang terdampak PHK massal sejak awal Maret 2025.






