Ranah

Pemkab Solok Benahi Titik Rawan Kecelakaan di Jembatan Kutianyie

120
×

Pemkab Solok Benahi Titik Rawan Kecelakaan di Jembatan Kutianyie

Sebarkan artikel ini
pemkab-solok-bentuk-tim-percepatan-pembebasan-lahan-jembatan-kutianyie-surian
Pemkab Solok Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan Jembatan Kutianyie Surian

Arosuka – Pemerintah Kabupaten Solok bergerak cepat membenahi titik rawan kecelakaan di Jembatan Kutianyie, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin. Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya angka kecelakaan di lokasi tersebut, termasuk insiden tunggal yang melibatkan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, beberapa waktu lalu.

Guna menuntaskan proyek pelebaran jalan yang sempat terkendala, Pemkab Solok membentuk tim khusus percepatan pembebasan lahan. Tim ini bertugas menjembatani koordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat agar pengerjaan infrastruktur dapat segera terealisasi.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I., menegaskan bahwa intervensi pemerintah daerah didasari oleh urgensi keselamatan publik. Meski ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, pihaknya berkomitmen penuh untuk terlibat aktif dalam penyelesaian masalah.

“Atas nama kemanusiaan dan keselamatan pengguna jalan, kami siap membantu percepatan penyelesaian ini bersama pemerintah provinsi dan balai jalan nasional,” tegas Candra, Rabu (20/5/2026).

Saat ini, tim khusus tersebut tengah melakukan kajian mendalam serta berkoordinasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Proses ini menjadi krusial untuk memastikan mekanisme ganti rugi lahan bagi warga tetap transparan dan sesuai dengan regulasi keuangan negara yang berlaku.

Di sisi lain, mitigasi darurat telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Solok sejak Selasa (19/5/2026). Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Muhammad Djoni, menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang lampu penerangan jalan serta road barrier di area tikungan dan jembatan.

“Kami mengerahkan tim teknis untuk pemasangan lampu jalan dan road barrier sebagai langkah cepat sementara agar titik tersebut lebih aman dilalui masyarakat,” jelas Djoni.

Ke depan, Dishub berencana mengevaluasi kebutuhan rambu tambahan guna memperkuat sistem keselamatan di kawasan tersebut. Jembatan Kutianyie selama ini dikenal sebagai titik berbahaya akibat kombinasi tikungan tajam dan penyempitan badan jalan yang kerap memicu kecelakaan lalu lintas.