RanahSosial

Pemkab Tanah Datar Gandeng Unand Tekan Prevalensi Stunting

135
×

Pemkab Tanah Datar Gandeng Unand Tekan Prevalensi Stunting

Sebarkan artikel ini
pemkab-tanah-datar-gandeng-unand-tekan-angka-stunting
Pemkab Tanah Datar Gandeng Unand Tekan Angka Stunting

Padang – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggandeng Universitas Andalas (Unand) untuk menekan angka prevalensi stunting secara signifikan hingga di bawah 10 persen dalam lima tahun ke depan. Kolaborasi ini difokuskan pada intervensi terstruktur di tingkat nagari guna memutus rantai gizi kronis yang saat ini masih menyentuh angka 26 persen.

Sebagai langkah awal, kedua pihak menargetkan penurunan prevalensi hingga di bawah 14 persen dalam tiga hingga empat tahun mendatang. Selain itu, program ini juga mematok target ambisius untuk menekan angka kasus baru stunting di bawah 5 persen.

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan kesehatan yang berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang.

“Stunting adalah persoalan serius bagi masa depan generasi mendatang, sehingga penanganannya harus dilakukan secara masif dan terstruktur,” ujar Ahmad Fadly saat mematangkan rencana kerja sama di kampus Unand, Selasa (26/5/2026).

Dalam pertemuan yang dihadiri jajaran pimpinan Unand, termasuk Wakil Rektor I Prof. Dr. Syukri Arief dan Direktur Studi Unand Prof. Dr. dr. Andani Eka Putra, disepakati bahwa pengerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi instrumen implementasi jangka pendek. Sebanyak 14 titik di Tanah Datar telah ditetapkan sebagai lokasi sasaran, di mana mahasiswa akan berperan aktif memberikan edukasi serta pendampingan langsung kepada masyarakat.

Prof. Andani Eka Putra menjelaskan bahwa model intervensi yang disusun bersifat multidimensi. Program ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga merambah sektor sosial, hukum, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat agar solusi yang dihasilkan lebih tepat sasaran.

“Semua kegiatan nantinya berbasis pada pendampingan masyarakat langsung di nagari,” tegas Andani.

Saat ini, tim gabungan tengah melakukan inventarisasi persoalan di lapangan. Data yang terkumpul akan menjadi basis utama dalam merumuskan pola intervensi yang paling efektif untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut.