PeristiwaRanahSosial

Pemko dan Baznas Payakumbuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Nan Kodok

429
×

Pemko dan Baznas Payakumbuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Nan Kodok

Sebarkan artikel ini
pemko-dan-baznas-payakumbuh-salurkan-bantuan-untuk-korban-kebakaran-di-nan-kodok
Pemko dan Baznas Payakumbuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Nan Kodok

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Baznas menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 11 warga korban kebakaran di Nan Kodok, Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Selasa (10/6/2025).

Bantuan diserahkan langsung Wali Kota, didampingi Sekretaris Daerah, sejumlah pejabat OPD, Camat Payakumbuh Utara, unsur TNI-Polri, dan Lurah Tigo Koto Dibaruah.

Bantuan meliputi sembako, bahan makanan, peralatan dapur, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, serta uang tunai Rp500 ribu per orang dari Baznas.

Wali Kota menyampaikan bantuan tersebut sebagai wujud kehadiran pemerintah.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang tertimpa cobaan, dan semoga keluarga yang terdampak bisa segera bangkit,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya akibat korsleting listrik.

“Korsleting listrik sering menjadi penyebab utama kebakaran. Saya mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Jangan menumpuk colokan listrik, apalagi dibiarkan menyala tanpa pengawasan,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemko bersama warga, OPD, kecamatan, kelurahan, serta unsur TNI dan Polri akan melakukan gotong royong pada Rabu (11/6/2025) untuk membersihkan puing-puing.

“Kita ingin memastikan lingkungan kembali bersih dan aman. Gotong royong ini juga bentuk solidaritas sosial kita terhadap warga yang sedang berduka,” kata Wali Kota.

Kebakaran yang terjadi Senin (9/6/2025) sekitar pukul 22.30 WIB menghanguskan tiga rumah permanen dan semi permanen di RT 001/RW 004.

Api diduga berasal dari korsleting listrik dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.41 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi ditaksir mencapai Rp600 juta.