Ranah

Pemko Padang Resmikan Sasaran Silek demi Melestarikan Budaya dan Membentuk Karakter Muda

21
×

Pemko Padang Resmikan Sasaran Silek demi Melestarikan Budaya dan Membentuk Karakter Muda

Sebarkan artikel ini
pemko-padang-resmikan-sasaran-silek-untuk-lestarikan-budaya-minangkabau
Pemko Padang Resmikan Sasaran Silek untuk Lestarikan Budaya Minangkabau

Padang – Pemerintah Kota Padang secara resmi mengoperasikan Sasaran Silek Ranah Nuansa Tampat Lua di Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Sabtu (11/7/2026).

Langkah ini menjadi perwujudan konkret komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi adat serta budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menempatkan penguatan budaya lokal sebagai pilar utama dalam Program Unggulan Sinergi Nagari.

Kebijakan tersebut memiliki landasan hukum kuat melalui Perda Kota Padang Nomor 5 Tahun 2026 tentang Penguatan Lembaga Adat dan Pelestarian Nilai Budaya Minangkabau.

Regulasi ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari mandat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022.

Pemerintah memandang seni bela diri tradisional sebagai instrumen vital dalam membentuk karakter tangguh generasi muda.

Inisiatif pengembangan ini juga disinergikan ke dalam program Smart Surau serta gerakan Remaja Masjid Reborn.

Silek dan randai kini diproyeksikan sebagai identitas utama yang melekat pada setiap anak nagari.

Maigus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru tuo, ninik mamak, dan tokoh masyarakat yang konsisten menjaga warisan leluhur.

Kehadiran sasaran silek ini diharapkan mampu melahirkan pesilat berprestasi yang mampu berkiprah hingga ke kancah internasional.

Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Tangah, Ahlidir, menyambut positif kehadiran pusat pelatihan tersebut.

Ahlidir mendorong agar pembinaan silek dapat merambah sektor formal melalui kemitraan strategis dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Ia berharap jalinan kerja sama antara pemerintah dan lembaga pendidikan mampu menciptakan kurikulum silek yang terstruktur.

Pengenalan budaya sejak dini diyakini menjadi benteng pertahanan moral yang kokoh bagi generasi penerus.

Peresmian fasilitas ini turut disaksikan oleh jajaran DPRD Kota Padang, Camat Koto Tangah, serta antusiasme ratusan warga setempat.