Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Camat Payakumbuh Barat pada Rabu (22/7/2026) untuk meredam inflasi daerah.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sejak pagi hari demi mendapatkan akses komoditas pokok dengan harga di bawah standar pasar.
Masyarakat cukup membawa fotokopi KTP sebagai syarat utama untuk menebus kebutuhan pokok yang disediakan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Payakumbuh, Yasrizal, menyebutkan bahwa intervensi ini merepresentasikan kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat.
Langkah ini juga menjadi strategi antisipasi pemerintah dalam menghadapi ancaman ketahanan pangan akibat dampak perubahan iklim.
Yasrizal secara khusus mengimbau warga agar tetap berbelanja secara proporsional dan menghindari aksi borong atau panic buying.
Bersamaan dengan agenda tersebut, pemerintah kota meresmikan inovasi digital bernama Simphoni Pangan.
Sistem pemantauan terpadu besutan Dinas Ketahanan Pangan ini dirancang untuk menyajikan data harga serta stok komoditas secara real-time.
Adopsi teknologi tersebut berfungsi mempercepat pengambilan kebijakan strategis dalam merespons gangguan distribusi maupun fluktuasi harga di lapangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edvidel Arda, memaparkan pihaknya menyiapkan 3,7 ton beras Anak Daro, 317 kilogram cabai merah, dan 320 kilogram bawang merah dalam operasi pasar tersebut.
Seluruh data harga yang dihimpun nantinya akan dipublikasikan secara transparan melalui aplikasi MyKoPay, kanal media sosial, hingga siaran radio.
Edvidel optimistis sinergi antara aksi nyata di lapangan dan pemanfaatan teknologi informasi akan memperkuat fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan di Payakumbuh.





