Ranah

Pemkot Payakumbuh Latih IKM Kelola Sampah Organik

55
×

Pemkot Payakumbuh Latih IKM Kelola Sampah Organik

Sebarkan artikel ini
dorong-solusi-sampah-dari-hulu,-disnakerperin-payakumbuh-latih-ikm-produksi-mesin-pengolahan-sampah-organik
Dorong Solusi Sampah dari Hulu, Disnakerperin Payakumbuh Latih IKM Produksi Mesin Pengolahan Sampah Organik

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui workshop Teknologi Tepat Guna (TTG) produksi mesin pengolahan sampah organik yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) setempat.

Program ini diarahkan tidak hanya untuk menjawab persoalan sampah yang kian mendesak, tetapi juga untuk mendorong pengembangan industri logam sebagai salah satu sektor unggulan daerah.

Dalam pelatihan yang berlangsung di Surau Pandam Teknik, Payobasung, Senin (27/04/2026), peserta mendapat pembekalan praktik mulai dari perancangan hingga perakitan mesin pengolahan sampah organik.

“Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu memproduksi mesin pengolahan sampah organik secara mandiri dan menawarkan solusi nyata bagi masyarakat,” kata Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh, Yasril, melalui Sekretaris Disnakerperin, Donisa Putra.

Donisa mengatakan industri logam menjadi sektor unggulan yang terus didorong melalui penguatan sumber daya manusia dan pengembangan klaster berbasis KUB.

Ia menilai produksi mesin pengolahan sampah organik merupakan langkah strategis di tengah keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah di daerah.

“Kondisi belum tersedianya TPA yang representatif menuntut kita memperkuat pengelolaan sampah dari sumber, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi tepat guna,” ujarnya.

Menurut dia, pengelolaan sampah berbasis konsep 3R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, juga perlu terus diperkuat di tingkat masyarakat.

“Konsep 3R harus semakin digencarkan, dan dalam jangka pendek mesin pengolahan sampah organik bisa menjadi solusi praktis bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pelatihan ini juga ditujukan untuk mendorong kemandirian pelaku industri kecil menengah dalam memproduksi dan memasarkan produk sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap peserta serius mengikuti pelatihan ini dan setelahnya mampu memproduksi serta memasarkan mesin secara mandiri,” ujarnya.

Kepala Bidang Perindustrian Disnakerperin Payakumbuh, Elya Harmi, mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta secara cepat melalui metode praktik langsung.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam memproduksi mesin teknologi tepat guna, khususnya mesin pengolahan sampah organik,” kata Elya.

Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan itu. Mereka berasal dari IKM logam pemula di Kota Payakumbuh.

“Selama lima hari, peserta kami bekali pengetahuan teknis sekaligus praktik produksi agar mampu menghasilkan produk secara mandiri,” ujarnya.

Elya menegaskan, metode pelatihan yang menitikberatkan pada praktik menjadi kunci percepatan penguasaan keterampilan.

“Harapan kita akan lahir pelaku usaha baru di sektor industri logam yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam penyelesaian persoalan sampah di Kota Payakumbuh,” katanya.