Ranah

Pemprov Sumbar Bekali Ninik Mamak untuk Ketahanan Keluarga

111
×

Pemprov Sumbar Bekali Ninik Mamak untuk Ketahanan Keluarga

Sebarkan artikel ini
pemprov-sumbar-tingkatkan-kapasitas-ninik-mamak-dan-bundo-untuk-ketahanan-keluarga
Pemprov Sumbar Tingkatkan Kapasitas Ninik Mamak dan Bundo untuk Ketahanan Keluarga

Bukittinggi – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperkuat upaya pencegahan persoalan keluarga dengan meningkatkan kapasitas ninik mamak dan bundo kanduang dalam mendampingi keluarga serta calon pengantin. Penguatan itu dilakukan melalui bimbingan teknis yang berlangsung di Grand Rocky Hotel Bukittinggi pada 29-30 April 2026.

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas beragam persoalan keluarga yang dinilai makin kompleks, mulai dari tingginya angka perceraian, pernikahan usia dini, hingga minimnya kesiapan pasangan membangun rumah tangga yang berkualitas.

Kepala Dinas P3AP2KB Sumbar Herlin Sridiani mengatakan keluarga memegang peran paling dasar dalam membentuk kualitas generasi mendatang. Ia menegaskan, keluarga yang kuat akan melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

“Keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi berkualitas. Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang mampu bersaing dan berkarakter,” ujarnya.

Menurut Herlin, penguatan peran ninik mamak dan bundo kanduang menjadi semakin penting di tengah dinamika kehidupan modern. Keduanya, kata dia, bukan hanya simbol adat, melainkan juga pembimbing, pendidik, dan penjaga nilai dalam kehidupan masyarakat.

“Peran ninik mamak dan bundo kanduang sangat strategis. Mereka menjadi rujukan dalam kehidupan masyarakat, sekaligus agen perubahan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga dan calon pengantin,” tambahnya.

Melalui bimbingan teknis tersebut, peserta mendapat materi tentang konsep ketahanan keluarga, pendampingan calon pengantin, pencegahan pernikahan usia anak, dan penguatan komunikasi dalam rumah tangga. Materi lain yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, serta mediasi konflik keluarga.

Sebanyak 80 peserta yang terdiri atas ninik mamak dan bundo kanduang dari Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam mengikuti kegiatan itu. Mereka diharapkan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memberikan edukasi dan pendampingan di tengah masyarakat.

Herlin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun keluarga berkualitas. Menurut dia, kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat secara berkelanjutan.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun keluarga yang kuat dan berkualitas,” tegasnya.

Bimbingan teknis itu menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan praktisi. Pada hari pertama, Rabu (29/4/2026), Rafdinal membuka sesi dengan memaparkan arah kebijakan pemerintah daerah dalam membentuk keluarga sejahtera.

Salman kemudian menjelaskan aspek hukum Islam terkait perkawinan, perwalian, dan waris. Sementara Aladin menyoroti pentingnya kesehatan reproduksi bagi calon pengantin untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Pada hari kedua, Kamis (30/4/2026), Herlin Sridiani menyampaikan materi tentang penerapan delapan fungsi keluarga dalam mempersiapkan calon pengantin di Sumatera Barat. Materi itu diperkuat oleh Budiman Dt. Malano yang menekankan kembali peran strategis ninik mamak dalam membimbing generasi muda menuju kehidupan rumah tangga yang matang.

Zera Mendoza turut memberikan penguatan dari sisi psikologis. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental calon pengantin dalam menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga sebagai langkah mencegah konflik hingga perceraian.