Ranah

Pemulihan Listrik di Aceh Terhambat Infrastruktur yang Belum Pulih

318
×

Pemulihan Listrik di Aceh Terhambat Infrastruktur yang Belum Pulih

Sebarkan artikel ini
bahlil-beberkan-progres-pemulihan-listrik-di-aceh
Bahlil Beberkan Progres Pemulihan Listrik di Aceh

Jakarta – Dampak banjir yang melanda Aceh beberapa waktu lalu masih dirasakan hingga kini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pasokan listrik di empat kabupaten di provinsi tersebut belum sepenuhnya pulih. Keempat wilayah yang dimaksud adalah Aceh Tamiang, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tengah. Tingkat konektivitas listrik di keempat kabupaten tersebut saat ini masih berada di bawah angka 50 persen.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantornya pada Jumat, 19 Desember 2025, Bahlil menjelaskan bahwa masalah utama bukan terletak pada pembangkit listrik, melainkan pada infrastruktur tegangan rendah yang belum rampung diperbaiki di lapangan. “Bukan karena power plant-nya yang tidak bisa tersuplai, terjadi karena infrastruktur kita yang belum terselesaikan di lapangan untuk tegangan rendah,” tegasnya.

Bahlil menambahkan bahwa meskipun sebagian jalan yang berfungsi sebagai jalur penghubung telah berhasil diperbaiki, sebagian lainnya masih terendam banjir. Kondisi ini menimbulkan risiko keselamatan yang signifikan bagi masyarakat apabila aliran listrik dipaksakan untuk diaktifkan.

Situasi ini menyebabkan pemadaman listrik bergilir masih harus diterapkan karena infrastruktur yang belum memadai. Menteri Bahlil juga menyoroti tantangan dalam membangun kembali menara kelistrikan yang roboh akibat terjangan arus air yang deras. “Secara umum untuk Aceh normal, tinggal empat kabupaten tadi,” jelasnya.

Pemerintah, lanjut Bahlil, terus berupaya mempercepat proses pemulihan, meskipun kondisi alam saat ini tidak mendukung. Ia meyakinkan masyarakat bahwa aliran listrik akan kembali merata setelah pembangunan menara kelistrikan yang terdampak selesai dilakukan.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, dalam keterangan terpisah menyatakan bahwa pasokan listrik di Banda Aceh telah pulih sepenuhnya. Namun, pemulihan listrik di wilayah Aceh lainnya masih dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pada wilayah-wilayah yang paling terdampak.

Darmawan menambahkan bahwa PLN telah menyiagakan personel selama 24 jam untuk merespons cepat setiap potensi gangguan yang mungkin terjadi. “Personel kami terus bekerja di lapangan untuk mempercepat proses recovery agar seluruh wilayah Aceh dapat pulih sepenuhnya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis, 18 Desember 2025.

Sebelumnya, Darmawan melaporkan bahwa sebanyak 12 menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) roboh akibat hujan deras yang menyebabkan banjir dan longsor pada akhir November lalu. Insiden ini menyebabkan gangguan listrik yang signifikan di Aceh. Selain Aceh, sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga terdampak bencana alam serupa, yang turut mempengaruhi stabilitas pasokan listrik di wilayah tersebut.