Ranah

Perlinsos Dikebut: Ekonomi Kuartal I-2026 Ditargetkan Melesat

176
×

Perlinsos Dikebut: Ekonomi Kuartal I-2026 Ditargetkan Melesat

Sebarkan artikel ini
topang-daya-beli,-kemenkeu-dorong-perlindungan-sosial
Topang Daya Beli, Kemenkeu Dorong Perlindungan Sosial

Jakarta – Pemerintah berupaya memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 5,6 persen pada kuartal I-2026. Percepatan penyaluran program perlindungan sosial (Perlinsos) menjadi salah satu strategi utama yang disiapkan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan realisasi program Perlinsos pada awal tahun untuk menopang daya beli masyarakat.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan, percepatan penyaluran Perlinsos akan berdampak langsung pada konsumsi rumah tangga.

“Ada beberapa program Perlinsos yang bisa kita lakukan di kuartal I. Kita lakukan segera,” kata Juda usai acara Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Selain Perlinsos, pemerintah juga akan mempercepat belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Realisasi belanja negara pada kuartal I biasanya cenderung lebih lambat.

“Pada kuartal I, base line kita itu sebesar 5,5 persen. Kita akan dorong ke 5,6 persen dengan beberapa pengeluaran yang memang bisa dilakukan di kuartal I ini,” jelas Juda.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 bisa mendekati 6 persen.

Purbaya menilai, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang mencapai 5,39 persen (yoy) menunjukkan tren perbaikan.

Dalam RAPBN 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp 508,2 triliun, meningkat Rp 40,1 triliun dibandingkan tahun 2025.

Anggaran Perlinsos tersebut dialokasikan untuk kebutuhan dasar (Rp 315,5 triliun), layanan pendidikan (Rp 37,5 triliun), layanan kesehatan (Rp 69 triliun), dan program pemberdayaan masyarakat (Rp 86,2 triliun).