Padang – Kepolisian Daerah Sumatera Barat melakukan investigasi mendalam terkait ledakan bom rakitan yang mengguncang area MAN 3 Padang, Kecamatan Koto Tangah.
Aparat kini mengamankan seorang siswa berusia 17 tahun guna menjalani pemeriksaan intensif atas keterlibatannya dalam insiden tersebut.
Tim gabungan dari Polda Sumbar, Polresta Padang, Gegana Brimob, hingga Densus 88 Antiteror diterjunkan langsung untuk menuntaskan olah tempat kejadian perkara.
Penyidik telah menyita 19 barang bukti vital yang dipastikan memiliki kaitan erat dengan ledakan di lokasi sekolah.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati, menegaskan bahwa tim penjinak bom Gegana Brimob telah menuntaskan proses disposal terhadap sisa bahan peledak.
Data lapangan menunjukkan satu bom sempat meledak, sementara tiga benda berbahaya lainnya berhasil dijinakkan sebelum aktif.
Kepolisian saat ini tengah membedah motif, menelusuri asal bahan peledak, serta mendalami potensi keterlibatan pihak lain.
Susmelawati mengindikasikan aksi nekat tersebut dipicu oleh akumulasi rasa sakit hati serta tekanan psikologis yang sangat berat.
Penyidik sedang mendalami dugaan perundungan yang dialami siswa bersangkutan sebelum peristiwa ledakan terjadi.
Otoritas kepolisian memandang pelaku sebagai korban tekanan hebat sehingga penanganan kasus tetap menitikberatkan pada prinsip perlindungan anak.
Polda Sumbar kini membangun koordinasi dengan Pemerintah Kota Padang untuk memastikan siswa tersebut mendapatkan pendampingan psikologis serta rehabilitasi.
Hingga saat ini, penyidik belum menetapkan status tersangka terhadap siswa tersebut.






