Padang – Kepolisian Resor Solok Selatan kini tengah memburu pelaku perusakan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok Selatan yang terjadi pada Senin (18/5) malam. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas, termasuk kaca jendela dan kursi plastik di sekretariat organisasi profesi tersebut.
Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Laporan resmi telah diajukan oleh Ketua PWI Solok Selatan, Hendrivon, sebagai langkah tindak lanjut atas perusakan tersebut.
“Mengingat Ketua PWI Solok Selatan telah melaporkan kejadian perusakan sekretariatnya tersebut ke pihak kepolisian resor setempat, maka kita serahkan penanganannya ke pihak berwajib,” ujar Widya di Padang, Selasa (19/5).
Senada dengan Widya, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sumbar, Sawir Pribadi, mendesak kepolisian agar bergerak cepat mengungkap pelaku. Ia menekankan bahwa perusakan fasilitas PWI merupakan tindakan kriminal yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Kekhawatiran akan melarikan diri pelaku menjadi alasan mendesak agar proses hukum segera dipercepat, terlebih kasus ini telah memicu perhatian publik di media sosial.
Hasil investigasi awal di lapangan mengindikasikan bahwa aksi ini tidak berkaitan dengan sabotase tugas jurnalistik. Asisten I Pemkab Solok Selatan, Taufik Effendi, menduga kuat perusakan dilakukan oleh sekelompok remaja yang berada di bawah pengaruh narkoba. Dugaan ini muncul karena tidak ada barang berharga yang hilang dari lokasi, sehingga motif pencurian dapat disingkirkan.
Hendrivon menjelaskan bahwa kantor PWI memang kerap sepi sejak Kantor Dinas Kominfo setempat pindah. Kondisi tersebut disinyalir dimanfaatkan oleh oknum remaja untuk berkumpul dan melakukan aktivitas terlarang. Bahkan, kantor tersebut sebelumnya sempat menjadi sasaran pelemparan batu oleh kelompok yang sama.
Saat ini, jajaran Polres Solok Selatan telah merampungkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi untuk mengidentifikasi pelaku.
Di sisi lain, pengurus PWI Sumbar mengimbau seluruh insan pers, khususnya anggota di Solok Selatan, untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh situasi yang berkembang. “Utamakan prinsip yang benar dalam menjalankan tugas secara profesional serta menjunjung kode etik,” pungkas Widya.






