Ranah

Pemprov Sumbar Pastikan Jalur Logistik Terhambat Sebabkan Antrean BBM Subsidi

75
×

Pemprov Sumbar Pastikan Jalur Logistik Terhambat Sebabkan Antrean BBM Subsidi

Sebarkan artikel ini
antrean-bbm-mengular-di-sumbar,-ternyata-bukan-karena-stok-habis
Antrean BBM Mengular di Sumbar, Ternyata Bukan karena Stok Habis

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU bukanlah dampak dari kelangkaan stok BBM subsidi.

Gangguan distribusi logistik menuju Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung menjadi pemicu utama fenomena tersebut.

Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, menyebut distribusi terhambat di tiga lokasi krusial, yakni Jembatan Bungus, Sitinjau Lauik, dan kawasan Lembah Anai.

Permasalahan paling mendesak terjadi di Jembatan Bungus yang merupakan akses utama mobil tangki BBM.

Pengerjaan pembangunan jembatan permanen yang dimulai sejak 24 Juni 2026 memaksa armada pengangkut melintasi jembatan darurat.

Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan hingga sejauh empat kilometer dengan durasi tunggu mencapai tiga jam.

Kepadatan di Sitinjau Lauik dan perbaikan jalan pascabencana di Lembah Anai kian memperparah keterlambatan jadwal pengiriman BBM.

“Kalau biasanya BBM tiba di SPBU pada pagi hari, sekarang ada yang baru sampai sekitar pukul 21.00,” ungkap Helmi.

Guna mengatasi kendala ini, IT Teluk Kabung kini beroperasi penuh selama 24 jam.

Pemerintah juga mengalihkan prioritas distribusi sepenuhnya untuk kebutuhan lokal dengan menghentikan sementara pengiriman ke Bengkulu.

Pengamat transportasi Universitas Bung Hatta, Fidel Miro, menegaskan bahwa masalah ini murni persoalan efisiensi distribusi, bukan ketersediaan pasokan.

Fidel menggarisbawahi bahwa stok melimpah sekalipun tidak akan efektif selama alur distribusi ke SPBU masih tersendat.

Anggota DPR RI, Andre Rosiade, turut meluruskan bahwa isu kelangkaan BBM adalah kekeliruan besar.

“Sebetulnya tidak ada kelangkaan solar; yang terjadi adalah keterlambatan distribusi karena ada permasalahan Jembatan Bungus,” tegas Andre.

Distribusi BBM diproyeksikan kembali normal pada pekan ketiga Agustus seiring dengan rampungnya proyek jembatan tersebut.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena cadangan BBM di Sumatera Barat dipastikan aman.