Ranah

Sawahlunto Gelar Simposium Internasional, Bahas Warisan Dunia

287
×

Sawahlunto Gelar Simposium Internasional, Bahas Warisan Dunia

Sebarkan artikel ini
sawahlunto-tuan-rumah-simposium-internasional-wtbos
Sawahlunto Tuan Rumah Simposium Internasional WTBOS

SAWAHLUNTO – Kota Sawahlunto, yang dikenal sebagai warisan dunia UNESCO, menjadi pusat perhatian global dengan menjadi tuan rumah We Are Site Managers (WASM) International Symposium edisi kedua. Simposium ini menyoroti Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) sebagai aset dunia.

Pertemuan internasional ini mempertemukan para ahli dan site manager yang memiliki peran penting dalam menjalankan Konvensi UNESCO 1972. Mereka bertanggung jawab untuk melestarikan, melindungi, dan menjaga Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Value/OUV) dari setiap situs warisan dunia.

Menurut informasi yang dihimpun, ide untuk mengadakan simposium ini muncul sejak tahun 2017 di Krakow, Polandia, dan berlanjut hingga pertemuan terakhir pada tahun 2023 di Riyadh, Arab Saudi, dalam forum Komite Warisan Dunia UNESCO. Edisi pertama WASM telah sukses diselenggarakan pada tahun 2024 di George Town, Penang, Malaysia.

Simposium di Sawahlunto ini berfungsi sebagai platform untuk mempromosikan WTBOS di kancah internasional, serta menjadi forum untuk berbagi pengalaman, ide, dan praktik terbaik terkait pengelolaan warisan dunia. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia, meningkatkan pengetahuan tentang manajemen situs, dan menghasilkan “WTBOS Document” yang akan diterbitkan secara internasional dengan nama We Are Site Managers.

Tema utama simposium mencakup Recap of We Are Site Managers 2024, We Are Site Managers 2025, Introduction of Sawahlunto Document and Action Plans, World Heritage Site Management in Indonesia: Potentials and Challenges, Industrial Heritage Management, World Heritage Community and Ownership, World Heritage Identity, Interpretation and Presentation, Resources for Site Managers and Disaster Risk Management.

Simposium ini menghadirkan 35 pembicara dari 15 negara. Agenda yang dilaksanakan meliputi diskusi, pertukaran pengalaman, dan penyusunan rencana aksi bersama untuk memperkuat jaringan para site manager warisan dunia.