EkonomiRanah

Swasta Bidik Peluang Garap Skytrain Feeder LRT Jabodebek

314
×

Swasta Bidik Peluang Garap Skytrain Feeder LRT Jabodebek

Sebarkan artikel ini
kemenhub-buka-peluang-swasta-proyek-skytrain-feeder-untuk-lrt-jabodebek
Kemenhub Buka Peluang Swasta Proyek Skytrain Feeder untuk LRT Jabodebek

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengundang investor swasta untuk mengembangkan kereta api feeder LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor.

Kemenhub menawarkan opsi kereta gantung atau skytrain sebagai solusi. Pemerintah membuka pintu bagi partisipasi swasta yang berminat.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Kemenhub berencana menyambungkan LRT Jabodebek rute Dukuh Atas-Bogor, yang saat ini berhenti di Stasiun Harjamukti (Cibubur), hingga Mekarsari dan sekitarnya.

Kereta gantung dipilih sebagai feeder karena keterbatasan lahan.

Estimasi biaya proyek ini berkisar antara Rp 4,48 triliun hingga Rp 10,61 triliun.

Jalur skytrain direncanakan layang (elevated) sepanjang 21,44 kilometer, dengan kecepatan rata-rata 40-50 km/jam dan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Skema pembiayaan yang ditawarkan adalah investasi murni (dukungan non-fiskal), dengan potensi melayani sekitar 26 ribu penduduk.

Kemenhub juga mengkaji penggunaan skytrain sebagai feeder untuk menghubungkan Tangerang Selatan dan Bogor, mendukung jaringan transportasi massal seperti MRT Jakarta dan LRT Jabodebek.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana menyatakan pengembangan moda transportasi baru seperti kereta gantung dievaluasi karena efisien, hemat biaya, dan minim gangguan lingkungan.

Proyek ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, memperbaiki kualitas udara, dan mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum.

Dengan berkurangnya kendaraan pribadi, polusi udara di Jakarta diharapkan membaik.