OlahragaWisata

Ultimate Dual Experience: Sensasi Lari di Sirkuit Mandalika Bersama POCARI SWEAT

47
×

Ultimate Dual Experience: Sensasi Lari di Sirkuit Mandalika Bersama POCARI SWEAT

Sebarkan artikel ini

Mengusung konsep Ultimate Dual Experience, ajang ini berhasil memadukan tantangan olahraga dengan pesona pariwisata kelas dunia.

Gelaran berskala nasional POCARI SWEAT Run Lombok 2026 sukses diselenggarakan pada 11-12 Juli 2026 dengan menarik antusiasme luar biasa dari pelari domestik maupun internasional. Foto : Istimewa
Gelaran berskala nasional POCARI SWEAT Run Lombok 2026 sukses diselenggarakan pada 11-12 Juli 2026 dengan menarik antusiasme luar biasa dari pelari domestik maupun internasional. Foto : Istimewa

Lombok – Ajang lari berskala nasional, POCARI SWEAT Run Lombok 2026, sukses mencatatkan sejarah baru.

Selama dua hari penyelenggaraan pada 11-12 Juli 2026, sebanyak 9.200 pelari dari 325 kota di Indonesia serta 21 negara mancanegara memadati Pertamina Mandalika International Circuit.

Mengusung konsep Ultimate Dual Experience, ajang ini berhasil memadukan tantangan olahraga dengan pesona pariwisata kelas dunia.

Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati, mengungkapkan 72% peserta berasal dari luar Lombok.

Momentum ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah.

“Kami mengestimasi perputaran ekonomi lokal mencapai Rp95 miliar. Kehadiran pelari bersama keluarga selama musim liburan sekolah terbukti efektif mendongkrak okupansi hotel dan menggerakkan roda UMKM setempat,” ujar Puspita.

Penyelenggaraan tahun ini terbagi dalam dua atmosfer unik. Hari pertama (11 Juli) dibuka dengan Sunset Run yang memanjakan mata dengan pemandangan matahari terbenam di sirkuit, disusul penampilan kejutan Ariel NOAH yang mengendarai mobil balap berlivery POCARI SWEAT, serta ditutup dengan konser musik WALI.

Sementara pada hari kedua (12 Juli), peserta disambut dengan Sunrise Run yang menyegarkan, diakhiri dengan jamuan kuliner khas Lombok di garis finis.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, memberikan apresiasi atas konsistensi POCARI SWEAT dalam memperluas budaya hidup sehat hingga ke wilayah Tengah dan Timur Indonesia.

“Konsep sport tourism ini adalah langkah strategis untuk meruntuhkan batasan geografis dalam berolahraga,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menilai Lombok sebagai destinasi yang luar biasa untuk ajang lari internasional.

“Event ini bukan sekadar olahraga, melainkan katalisator pariwisata berkualitas yang memperpanjang masa tinggal wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat lokal,” ungkapnya.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, turut bangga dengan kesiapan infrastruktur daerahnya.

“Sinergi ini membuktikan bahwa NTB siap menjadi tuan rumah bagi event internasional yang masif dan inklusif,” tuturnya.

Hal ini diamini oleh Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, yang menegaskan bahwa kawasan The Mandalika kini telah bertransformasi menjadi The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination.

Para peserta, termasuk atlet nasional Robi Syianturi dan chef Arnold Poernomo, memberikan testimoni positif terkait rute yang menantang namun indah. Meski elevasi lintasan cukup menguji fisik, ketersediaan hydration point yang melimpah membuat pengalaman berlari tetap nyaman.

Kesuksesan di Lombok ini menjadi pemanasan bagi POCARI SWEAT yang akan menggelar ajang lari hybrid terbesar di Indonesia, POCARI SWEAT Run Indonesia 2026, pada September mendatang.