Ranah

Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor Paparkan Capaian Kampus

287
×

Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Rektor Paparkan Capaian Kampus

Sebarkan artikel ini
unand-wisuda-1.321-lulusan,-ini-pesan-rektor-efa-yonnedi,-phd
Unand Wisuda 1.321 Lulusan, Ini Pesan Rektor Efa Yonnedi, PhD

Padang – Universitas Andalas menggelar Wisuda II Tahun 2026 pada 9-10 Mei 2026 untuk program Diploma III, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, dan Doktor. Sebanyak 1.321 wisudawan dari 156 program studi di 15 fakultas resmi dikukuhkan dalam prosesi yang menandai kelulusan mereka di kampus negeri tertua di luar Pulau Jawa itu.

Rektor Unand Efa Yonnedi dalam sambutannya pada Minggu (10/5/2026) menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Rosina Eflin Kehek, ibu dari wisudawan Fakultas Farmasi, Thelma Febby Margareth Howay, asal Sorong, Papua Barat.

Di hadapan para wisudawan, Efa menegaskan bahwa Unand terus berkembang. “Saya dengan bangga menyampaikan capaian-capaian yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Unand berhasil meraih akreditasi institusi “Unggul” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan masa berlaku hingga Desember 2028. Hingga 2025, sebanyak 57 persen program studi di Unand juga telah menyandang akreditasi Unggul.

Dari sisi reputasi internasional, Unand mencatat peningkatan peringkat dalam Times Higher Education (THE) 2025 dengan menempati posisi ke-8 nasional, naik dari peringkat 10 pada tahun sebelumnya. Secara global, kampus itu berada di peringkat 201-250 dalam Interdisciplinary Science Ranking THE.

Pada bidang transformasi digital, Unand telah menerapkan tanda tangan elektronik pada ijazah, platform MyUNAND untuk layanan mahasiswa dan alumni, sistem SAKU Digital untuk efisiensi keuangan, serta Pusat Layanan Terpadu. Efa menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari perjalanan universitas menuju masa depan.

Ia juga menyoroti pertumbuhan jumlah lulusan. Sepanjang 2025, Unand meluluskan 8.180 wisudawan. Saat ini, komunitas Unand mencakup lebih dari 32.000 mahasiswa aktif dan lebih dari 156 program studi.

“Semua capaian ini bukan milik pimpinan semata. Ini milik seluruh sivitas akademika,” kata Efa. Ia lalu menyinggung pertanyaan yang kerap muncul di benak lulusan setelah wisuda, yakni, “Saya akan bekerja di mana?” Menurut dia, pertanyaan itu wajar dan menunjukkan kesiapan lulusan melangkah ke tahap berikutnya.

Kepada wisudawan, Efa berpesan agar tidak panik apabila belum langsung mendapatkan pekerjaan. Ia menekankan bahwa pekerjaan pertama bukan tujuan akhir, melainkan tempat belajar. Ia juga mengingatkan agar lulusan tidak tergesa menerima pekerjaan yang tidak sesuai hanya karena takut dianggap menganggur.

“Yang membedakan orang sukses bukan di mana ananda mulai, tapi bagaimana ananda belajar dan bergerak dari titik awal itu. Mulailah. Dari mana saja yang bisa dimulai,” ujarnya.

Efa menambahkan, dunia kerja tidak hanya mencari ijazah, tetapi juga karakter. Menurut dia, ijazah memang membuka pintu, namun karakter menentukan apakah seseorang diberi kesempatan bertahan di dalamnya. Disiplin, komunikasi, kejujuran, dan inisiatif, kata dia, merupakan kualitas yang langka dan sangat berharga.

Ia juga meminta para lulusan membangun reputasi sejak hari pertama bekerja. Rasa belum tahu, menurut Efa, harus dijadikan dorongan untuk bertanya dan belajar. Reputasi, lanjutnya, dibentuk dari konsistensi dalam hal-hal kecil, termasuk menyelesaikan tugas tepat waktu dan menjaga sikap hormat.

“Jangan jual dirimu terlalu murah. Tapi jangan menuntut sebelum memberi,” katanya. Ia menegaskan, lulusan Unand memiliki nilai nyata sebagai alumni kampus berakreditasi Unggul yang diakui dunia, tetapi kontribusi harus dibuktikan lebih dulu sebelum menuntut penghargaan.

Selain itu, Efa menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan jaringan. Menurut dia, banyak peluang terbuka bukan karena lamaran, melainkan rekomendasi. Karena itu, ia mengajak lulusan merawat hubungan baik dengan dosen, teman kuliah, dan senior di kampus.

“Kalian bukan hanya mencari nafkah. Kalian sedang membangun warisan,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa jabatan akan berakhir dan gaji akan habis, tetapi dampak akan bertahan. Efa kemudian mengutip pepatah Minang, “Nan buto pahambuih lasuang, nan pakak palapeh badil, nan lumpuah paunyi rumah, nan kuaik paangkuik baban, nan pandai tampek batanyo, nan cadiak lawan barundiang.”

Menurut dia, setiap orang memiliki peran masing-masing. Yang terpenting adalah mengenali kelebihan diri, menempatkan diri secara tepat, dan memberi yang terbaik dari kemampuan yang dimiliki.

Dalam kesempatan itu, Efa juga menyampaikan bahwa Unand akan merayakan Dies Natalis ke-70 dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak.”