Pariaman – Pemanfaatan Sepablock, produk inovasi PT Semen Padang, semakin luas di Sumatera Barat seiring kembali digunakannya teknologi bata interlock itu untuk pembangunan hunian tetap mandiri oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Program tersebut ditujukan mempercepat pemulihan warga terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Di Kota Pariaman, penggunaan Sepablock ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan huntap mandiri bagi Emridona di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Jumat (1/5/2026). Emridona menjadi penerima huntap mandiri pertama di kota itu yang dibangun dengan teknologi Sepablock.
Langkah ini menambah daftar wilayah di Sumatera Barat yang lebih dulu menerapkan Sepablock, antara lain Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, dan Kota Padang Panjang. Penggunaan bata interlock tersebut juga memperkuat posisi Sepablock sebagai solusi konstruksi yang cepat, efisien, dan lebih tahan terhadap risiko bencana.
Peletakan batu pertama dilakukan Sekretaris Utama BNPB Rustian, didampingi Wali Kota Pariaman Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi. Hadir pula Staf Direksi PT Semen Padang Donny Aswin Idham, Kepala Unit BIP dan Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra, serta unsur Forkopimda Kota Pariaman.
Rustian menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa para korban, termasuk Emridona sebagai penerima manfaat huntap mandiri pertama di Kota Pariaman. Ia menegaskan penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri dan memerlukan kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah tidak bekerja sendiri. Penanganan bencana adalah urusan bersama, melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Kami memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh siklus pemulihan selesai,” ujar Rustian.
Ia juga menilai penggunaan Sepablock menjadi bagian penting dalam pembangunan huntap mandiri di Kota Pariaman. Menurut dia, material tersebut menghadirkan kualitas bangunan yang baik, aman, dan nyaman bagi penghuni.
“Rumah milik Emridona menjadi unit pertama di Kota Pariaman yang dibangun menggunakan teknologi Sepablock. Hunian tipe 36 ini diharapkan menjadi model percontohan bagi pembangunan huntap mandiri lainnya di wilayah tersebut,” katanya.
Wali Kota Pariaman Yota Balad menyebut peletakan batu pertama itu sebagai momentum penting bagi warga untuk bangkit dari dampak bencana.
“Hari ini adalah momen bersejarah dan penuh harapan. Ini menjadi simbol berakhirnya masa darurat dan pengungsian, sekaligus dimulainya fase kehidupan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh,” ujar Yota.
Ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memastikan masyarakat terdampak dapat kembali menata kehidupan di hunian yang layak.
Program huntap mandiri di Kota Pariaman masih terbuka dan fleksibel. Warga yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Batang Mangor dan merasa terancam oleh kondisi lingkungan pascabencana dapat mengajukan diri melalui BNPB dan BPBD setempat.
“Untuk saat ini baru satu unit yang dibangun. Namun ke depan, masyarakat yang merasa rumahnya tidak lagi aman bisa melapor, dengan syarat memiliki lahan untuk pembangunan huntap. Kami berharap masyarakat bisa kembali hidup lebih baik di hunian yang lebih layak,” jelas Yota.
Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino mengatakan perusahaan terus mendukung percepatan pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya di Sumatera Barat. Dukungan itu diwujudkan melalui pemanfaatan Sepablock, produk inovasi PT Semen Padang yang dinilai cocok untuk pembangunan hunian pascabencana.
“PT Semen Padang berkomitmen untuk terus hadir dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana. Melalui Sepablock, kami berharap dapat ikut membantu penyediaan hunian yang layak, aman, dan lebih tangguh bagi masyarakat,” ujar Win.
Menurut Win, semakin meluasnya penggunaan Sepablock dalam pembangunan huntap mandiri menunjukkan bahwa inovasi lokal dapat memberi kontribusi nyata bagi kebutuhan kemanusiaan dan pembangunan daerah.
Kepala Unit BIP dan Aplikasi PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menambahkan, Sepablock sangat cocok untuk kebutuhan hunian pascabencana yang cepat, aman, dan efisien.
Ia menyebut penggunaan Sepablock memungkinkan pembangunan rumah selesai dalam waktu relatif singkat, sekitar 30 hari, tanpa mengurangi kualitas struktur bangunan.
“Sepablock telah memenuhi banyak aspek penting dalam pembangunan huntap. Selain mempercepat proses konstruksi, material ini juga memiliki ketahanan yang baik, termasuk terhadap gempa,” ujarnya.
Emridona menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pembangunan huntap mandiri yang diterimanya. Ia mengatakan bantuan tersebut menjadi harapan baru bagi dirinya dan keluarga setelah rumah yang sebelumnya ditempati terdampak bencana hidrometeorologi.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah, khususnya BNPB, Pemerintah Kota Pariaman, serta PT Semen Padang yang telah membantu kami memiliki rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman untuk ditempati,” ungkapnya.
Meluasnya penggunaan Sepablock di berbagai daerah di Sumatera Barat menumbuhkan harapan terhadap percepatan pemulihan pascabencana. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun kembali kehidupan yang lebih tangguh.






