Ranah

Widiyanti Tinjau Destinasi Unggulan dan Serap Masukan Sumbar

157
×

Widiyanti Tinjau Destinasi Unggulan dan Serap Masukan Sumbar

Sebarkan artikel ini
kunjungan-perdana-menpar-ke-sumbar,-fokus-benahi-pariwisata-dan-mentawai
Kunjungan Perdana Menpar ke Sumbar, Fokus Benahi Pariwisata dan Mentawai

Padang – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memulai kunjungan perdananya ke Sumatera Barat pada Rabu (29/4) untuk meninjau perkembangan pariwisata sekaligus menghimpun persoalan yang dihadapi daerah. Selama dua hari di provinsi itu, ia mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, antara lain Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lobang Jepang, dan Istano Basa Pagaruyung.

Di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Widiyanti disambut Anggota DPD RI asal Sumbar Irman Gusman, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, dan Wali Kota Padang Fadly Amran. Dalam agenda itu, ia meninjau keindahan masjid dari bagian luar hingga interior bangunan.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Gubernur Mahyeldi untuk memaparkan potensi wisata unggulan Sumbar, termasuk Kepulauan Mentawai yang dikenal sebagai destinasi surfing kelas dunia. Ia menyebut Juni hingga Juli sebagai periode terbaik bagi peselancar internasional. “Ada sekitar 300 titik surfing dengan ombak terbaik yang diminati peselancar dunia,” katanya.

Mahyeldi menilai akses menuju Mentawai masih menjadi hambatan utama pengembangan wisata. Ia mengusulkan perpanjangan landasan bandara sekitar 400 meter agar pesawat berbadan besar bisa mendarat langsung.

“Dengan penambahan panjang landasan, pesawat dari Bali, Australia, dan negara lain bisa langsung ke Mentawai. Hal ini akan mendorong investasi pariwisata,” ujarnya.

Selain akses, Mahyeldi juga menyoroti keterbatasan akomodasi di Mentawai. Saat ini, fasilitas penginapan masih didominasi resort sebanyak 161 unit, tanpa hotel berkapasitas besar. Ia turut memperkenalkan destinasi lain seperti Danau di Atas dan Danau di Bawah, serta menjelaskan pembangunan Flyover Sitinjau Lauik untuk menunjang akses.

Mahyeldi juga memaparkan perkembangan penanganan pascabencana yang kini memasuki tahap pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

Dari Kota Padang, Wali Kota Fadly Amran meminta dukungan pemerintah pusat untuk mewujudkan Padang sebagai kota gastronomi dunia yang diakui UNESCO. “Kita berharap Padang menjadi kota kreatif dunia, sehingga pecinta kuliner global datang ke Padang,” katanya.

Menanggapi berbagai masukan itu, Widiyanti menegaskan bahwa kunjungannya memang bertujuan mendengar langsung persoalan dari kepala daerah dan pelaku industri pariwisata. Ia menyebut usulan pengembangan Mentawai, termasuk penambahan runway dan peningkatan kapasitas hotel, akan menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Terkait Mentawai, kita menerima masukan terkait penambahan landasan dan kebutuhan hotel. Ini menjadi catatan bagi kami,” ujarnya.

Terkait Padang, Widiyanti menyatakan dukungan terhadap pengembangan wisata gastronomi dan penguatan konsep wisata ramah muslim untuk menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari Timur Tengah.

Sementara itu, Irman Gusman menilai sektor pariwisata menjadi kunci pemulihan ekonomi Sumbar pascabencana. Ia menyebut kunjungan Menteri Pariwisata sebagai momentum penting untuk menyerap persoalan daerah. “Buk Menteri ingin mengetahui langsung permasalahan di Sumbar agar pariwisata semakin berkembang,” katanya.

Irman menambahkan, sinergi pemerintah pusat dan daerah dibutuhkan agar potensi besar Sumbar dapat lebih optimal serta memiliki daya saing di pasar global.