Jakarta – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) segera mengeksekusi pembangunan infrastruktur krusial di Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Keputusan ini diambil setelah tercapainya konsensus antara pemerintah dan masyarakat terkait penanganan Jembatan Enang-Enang.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, turun langsung meninjau lokasi di Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, pada Selasa (7/7/2026).
Kunjungan ini bertujuan meredam perbedaan pandangan mengenai nasib jembatan yang kini terancam ambruk akibat longsor.
Kondisi fisik Jembatan Enang-Enang saat ini sangat kritis dengan struktur yang miring dan sisi jalan ambles sedalam tiga meter.
Ketidakstabilan tanah di area tersebut memicu usulan penutupan akses secara total oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh guna mencegah kecelakaan fatal.
Masyarakat menolak keras rencana tersebut karena kekhawatiran melambungnya biaya transportasi akibat jarak jalur alternatif yang terlalu jauh.
Warga bahkan sempat berinisiatif melakukan penguatan mandiri pada titik yang ambles demi menjaga mobilitas ekonomi harian.
Tito mengakui adanya dilema antara risiko keamanan dari tanah labil dengan kebutuhan akses warga.
Pemerintah akhirnya menetapkan kebijakan penanganan bertahap sebagai jalan tengah yang adil bagi semua pihak.
Untuk jangka pendek, struktur jembatan akan diperkuat agar bisa dilalui pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan roda empat.
Pemerintah melarang tegas kendaraan berat jenis truk melintasi jembatan tersebut demi alasan keselamatan.
Sebagai solusi jangka panjang, sebuah jembatan permanen baru akan dibangun di dekat lokasi eksisting.
Pemerintah juga akan meningkatkan kapasitas jalur alternatif Simpang Wer Lah dengan memperlebar badan jalan dari empat meter menjadi enam meter.
Pembangunan jembatan permanen di jalur alternatif tersebut dipastikan mampu mengakomodasi arus kendaraan besar di masa depan.
Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan fisik ini mulai berjalan pada Juli 2026.
Satgas PRR berkomitmen penuh mengawal proyek ini agar selesai tepat waktu demi memulihkan denyut ekonomi dan pelayanan masyarakat di Bener Meriah.






