RanahTeknologi

AMSI Mendesak Revisi UU Hak Cipta, Jurnalisme Terlindungi

162
×

AMSI Mendesak Revisi UU Hak Cipta, Jurnalisme Terlindungi

Sebarkan artikel ini
amsi-dukung-revisi-uu-hak-cipta-untuk-lindungi-karya-jurnalistik-dari-ancaman-ai
AMSI Dukung Revisi UU Hak Cipta untuk Lindungi Karya Jurnalistik dari Ancaman AI

Jakarta – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyatakan dukungan penuh terhadap revisi Undang-Undang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014. Dukungan ini bertujuan agar regulasi yang ada tetap relevan dengan perkembangan pesat dunia digital dan teknologi.

Revisi UU Hak Cipta ini juga mencakup isu penting terkait pemakaian konten jurnalistik untuk pembelajaran dan pemutakhiran data oleh platform Artificial Intelligence (AI).

Dukungan tersebut secara langsung disampaikan oleh Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika dan Sekjen AMSI Maryadi kepada Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas.

Penyampaian dukungan ini dilakukan saat pembukaan Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 yang berlangsung di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 22 Oktober 2025.

Sebagai simbol dukungan, AMSI menyerahkan kanvas putih yang telah ditandatangani oleh seluruh ketua AMSI wilayah dari 28 provinsi.

Selain revisi UU Hak Cipta, AMSI juga memberikan dukungan terhadap inisiatif Menteri Hukum dan HAM terkait Proposal Indonesia untuk Copyright & Digital Environment di Sidang Umum World Intellectual Property Organization (WIPO) di Jenewa, yang akan berlangsung awal Desember mendatang.

Menteri Supratman Andi Agtas menyambut baik dukungan ini. “Dukungan dari industri media ini menjadi energi penguat buat kami agar terus memperjuangkan kepentingan bangsa Indonesia di ranah internasional,” ujarnya.

AMSI berharap proposal Indonesia dapat disetujui dalam Sidang WIPO. Inisiatif ini dinilai strategis dalam memperkuat kedaulatan digital dan melindungi ekosistem media dari potensi ketimpangan distribusi nilai ekonomi konten jurnalistik di era AI.

Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 sendiri digelar oleh AMSI pada 22-23 Oktober 2025 di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan.

IDC tahun ini mengusung tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital”, yang menyoroti pentingnya kedaulatan dan kemandirian industri media dalam menghadapi transformasi digital berbasis kecerdasan buatan.

Wahyu Dhyatmika menjelaskan bahwa tema IDC tahun ini dipilih karena relevansinya dengan isu kedaulatan AI. Tujuannya adalah agar seluruh pemangku kepentingan industri media memahami kunci untuk bertahan dari disrupsi teknologi.

“Tanpa kedaulatan AI, semua sektor industri dan bisnis kita, terutama ekosistem informasi dan media, bisa mengalami krisis eksistensial,” tegasnya.

IDC dan AMSI Awards 2025 didukung oleh berbagai pihak, termasuk Sinar Mas Land, PT Astra International Tbk, Djarum Foundation, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), PT Harita Nickel, PT AlamTri Resources Indonesia Tbk., PT Telkom Indonesia Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Indofood Sukses Makmur, Mining Industry Indonesia atau MIND ID, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Merdeka Copper Gold Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Indosat Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.