Sawahlunto – Pemerintah Desa Rantih, Kecamatan Talawi, menyiapkan dua bidang lahan strategis di Dusun Sawah Tambang untuk pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP). Masing-masing lahan berukuran sekitar 50 x 30 meter dan menjadi tahap awal pelaksanaan program koperasi yang didorong pemerintah pusat.
Kepala Desa Rantih M. Edi Yusuf mengatakan, kendala utama saat ini terletak pada status lahan yang masuk kawasan milik PT Bukit Asam Unit Pertambangan Ombilin (PTBA UPO). Ia menyebut persoalan itu sudah dibahas langsung dengan pihak PTBA di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
“Pada prinsipnya mereka setuju, tinggal menunggu keputusan secara tertulis,” kata Edi saat meninjau lokasi pembangunan KMP, Selasa (12/5).
Menurut dia, program nasional Koperasi Merah Putih membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD. Karena itu, Pemerintah Desa Rantih juga akan meminta dukungan PTBA, khususnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, untuk membantu pengisian gerai koperasi dengan produk pertanian, perikanan, dan peternakan masyarakat.
“Mudah-mudahan CSR PTBA dapat mendukung pengembangan produk masyarakat melalui gerai koperasi ini,” ujarnya.
Dalam pembangunan kantor dan gerai KMP, pemerintah desa memastikan tenaga kerja lokal akan diprioritaskan. Edi menegaskan, warga Desa Rantih akan diutamakan, kecuali untuk pekerjaan teknis yang memerlukan keahlian khusus.
“Tenaga kerja lokal akan kita prioritaskan,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Rantih juga membangun Gedung Serba Guna (GSG) melalui swadaya masyarakat dengan anggaran sekitar Rp180 juta. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan warga.
Selain mengembangkan sektor ekonomi, desa ini juga terus mendorong potensi pariwisata. Rantih telah tercatat sebagai Desa Wisata tingkat nasional karena kondisi alamnya masih asri dan terjaga.
Salah satu daya tarik utamanya adalah objek wisata air terjun yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 1,5 jam dari Kantor Desa Rantih. “Alam Desa Rantih masih indah dan sangat potensial untuk wisata,” kata Edi.






