PemerintahanRanah

Anggota Komisi IV DPR Desak Pemulihan Pertanian Sumbar Dipercepat

110
×

Anggota Komisi IV DPR Desak Pemulihan Pertanian Sumbar Dipercepat

Sebarkan artikel ini
ribuan-hektare-lahan-pertanian-sumbar-terdampak,-rahmat-saleh-dorong-normalisasi-segera
Ribuan Hektare Lahan Pertanian Sumbar Terdampak, Rahmat Saleh Dorong Normalisasi Segera

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Rahmat Saleh mendesak pemerintah mempercepat pemulihan sektor pertanian di Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang, agar ribuan petani bisa segera kembali mengolah lahan dan memulai masa tanam baru.

Menurut Rahmat, langkah cepat dibutuhkan karena ribuan hektare lahan pertanian di daerah itu terdampak bencana. Sejumlah petani kehilangan kesempatan tanam, sementara sebagian lainnya mengalami kerusakan berat pada lahan dan saluran irigasi.

“Pascabanjir bandang, ribuan hektare lahan pertanian di Sumatera Barat terdampak dan banyak petani kehilangan masa tanamnya. Karena itu, saya terus mendorong percepatan normalisasi lahan pertanian agar masyarakat bisa segera kembali berproduksi,” ujar Rahmat di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Ia menegaskan pemulihan pertanian menjadi hal krusial karena sektor tersebut merupakan penopang utama ekonomi masyarakat di banyak wilayah Sumatera Barat. Jika rehabilitasi lahan ditunda, kata dia, beban ekonomi petani dan keluarga mereka akan semakin berat.

Untuk mempercepat pemulihan, Rahmat meminta normalisasi lahan, perbaikan irigasi, dan penyaluran bantuan pertanian dilakukan secara bersamaan. Menurut dia, upaya itu penting bukan hanya untuk menghidupkan kembali aktivitas pertanian, tetapi juga menjaga ketahanan pangan daerah.

Pemerintah pusat disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp320 miliar untuk mendukung penanganan dan pemulihan sektor pertanian di Sumatera Barat. Dana itu diharapkan dapat mempercepat rehabilitasi lahan sekaligus membantu petani kembali menanam dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp320 miliar untuk mendukung penanganan dan pemulihan sektor pertanian di Sumbar. Bantuan ini harus benar-benar dirasakan petani dan tepat sasaran di lapangan,” tegas Rahmat.

Ia juga mengingatkan pihak terkait agar memastikan bantuan tidak tersendat di tingkat administrasi. Menurut Rahmat, yang paling dibutuhkan petani saat ini adalah kepastian lahan mereka kembali produktif, bukan sekadar bantuan jangka pendek.

Memasuki masa sidang baru, Rahmat menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu pertanian dan keberpihakan kepada masyarakat terdampak bencana. Ia menilai pemulihan sawah dan aktivitas tanam menjadi langkah vital untuk menggerakkan kembali ekonomi warga.

“Ketahanan pangan dimulai dari pertanian yang kembali hidup dan petani yang kembali bisa menanam,” pungkasnya.