Jakarta – Pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pascabencana hidrometeorologi. Transformasi digital menjadi tumpuan utama kebangkitan sektor ini, yang tercermin dari lonjakan transaksi di lokapasar mencapai 14.712.693 transaksi hingga akhir Mei 2026.
Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menunjukkan tren positif dibandingkan awal Mei yang mencatatkan 13.209.182 transaksi. Sumatera Utara mendominasi dengan 11.093.689 transaksi, disusul Sumatera Barat sebanyak 3.524.704 transaksi, dan Aceh dengan 94.300 transaksi.
Guna menjaga momentum tersebut, pemerintah menempatkan UMKM sebagai pilar strategis dalam Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk) Pascabencana Sumatera. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyiapkan dukungan permodalan dengan kisaran Rp900 miliar hingga Rp1 triliun.
“Bantuan ini ditujukan bagi pengembangan usaha mikro yang belum memiliki akses perbankan. Targetnya mencakup sekitar 200 ribu pengusaha mikro selama dua tahun ke depan,” ujar Maman di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Langkah ini berjalan beriringan dengan penyaluran bantuan stimulan yang telah terealisasi secara masif di tiga provinsi tersebut. Di Aceh, dana yang tersalurkan mencapai Rp250,745 miliar dari total alokasi Rp254,440 miliar. Sementara itu, realisasi bantuan di Sumatera Utara menyentuh angka Rp56,615 miliar dari pagu Rp62,900 miliar, dan di Sumatera Barat sebesar Rp16,835 miliar dari total Rp17,740 miliar.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menekankan bahwa agenda pemulihan ekonomi merupakan prioritas strategis di samping pembangunan infrastruktur dan hunian. Saat ini, penanganan bencana telah memasuki fase pemulihan permanen yang ditargetkan tuntas pada 2028.
“Saat ini kita melakukan proses menuju pemulihan permanen melalui tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kunci dari seluruh rangkaian ini adalah implementasi Renduk secara konsisten,” tegas Tito.






