Tapanuli Tengah – Banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Puluhan orang dilaporkan hilang dan 34 dinyatakan meninggal dunia.
Bencana ini juga melanda sejumlah wilayah lain di Sumatera Utara, termasuk Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Nias, Kota Gunung Sitoli, dan Sibolga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara mencatat, total korban meninggal dunia akibat bencana ini mencapai 48 orang.
Sementara itu, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola tambang emas Martabe, membantah aktivitas pertambangan mereka menjadi penyebab banjir.
“Pemantauan kami tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di wilayah banjir,” kata Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, Jumat (28/11/2025).
PTAR menyatakan dukungan terhadap kajian ilmiah untuk mengetahui penyebab pasti banjir.
Namun, klaim PTAR ini ditanggapi oleh Walhi Sumatera Utara. Mereka mempertanyakan operasi dan perluasan area tambang PTAR dalam konteks bencana ini.
“Lokasi utama PTAR berada di Kecamatan Batang Toru, sangat dekat dengan Sungai Batang Toru dan tidak jauh dari lokasi banjir,” ujar Manajer Advokasi Walhi Sumatera Utara, Jaka Kelana Damanik.
Jaka menambahkan, berdasarkan dokumen AMDAL PTAR tahun 2020, perusahaan mencantumkan rencana pembukaan lahan seluas 583 hektare serta penebangan 185.884 pohon sebagai bagian dari ekspansi tambang.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyebutkan 33 orang masih belum ditemukan akibat banjir dan longsor. Ribuan kepala keluarga juga masih terisolasi dan menunggu evakuasi.
“Ribuan kepala keluarga masih terisolasi untuk segera dievakuasi,” kata Masinton.
Saat ini, 307 orang telah diungsikan ke tempat aman, seperti Gelanggang Olahraga Pandan, Masjid Raya Sibuluan Indah, Masjid Taqwa Muhammadiyah, dan SMK Muhammadiyah II Sibuluan.
Masinton menambahkan, 26 orang masih dirawat di rumah sakit. Pemerintah daerah tengah menyiapkan administrasi Surat Tanggap Darurat untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi.






