Ranah

AI Mengintai, Wamenkominfo Ingatkan Ancaman Siber Mengintai Masyarakat

192
×

AI Mengintai, Wamenkominfo Ingatkan Ancaman Siber Mengintai Masyarakat

Sebarkan artikel ini
nezar-patria:-tidak-ada-ruang-aman-di-dunia-digital
Nezar Patria: Tidak Ada Ruang Aman di Dunia Digital

Jakarta – Ancaman siber kini mengintai masyarakat secara langsung, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membidik rekening, identitas, hingga perangkat pribadi.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan peringatan ini pada Minggu (1/2/2026), menyoroti perubahan signifikan dalam pola serangan siber.

“Sekarang serangan tidak selalu butuh klik. Ada zero click attack. Pesan masuk saja sudah cukup membuat malware bekerja,” tegas Nezar.

AI mempercepat dan memperluas skala serangan siber.

Pelaku kejahatan dapat memindai jutaan sistem dalam hitungan detik, memilih target yang dianggap paling menguntungkan.

Data Boston Consulting Group (BCG) pada Desember 2025 menunjukkan bahwa perkembangan serangan siber melampaui kemampuan pertahanan.

Ancaman siber juga memanfaatkan sisi emosional masyarakat.

AI memungkinkan pemalsuan wajah dan suara seseorang secara meyakinkan, sehingga penipuan menjadi lebih personal.

“Sekarang wajah dan suara kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh karena percaya pada orang yang mereka kenal,” jelas Nezar.

Perkembangan AI dan riset komputasi kuantum juga membuat kata sandi konvensional semakin rentan.

“Password yang kita buat hari ini pada akhirnya bisa menjadi tidak bermakna. Dunia sedang bergerak ke era pascakuantum,” papar Nezar.

Nezar menegaskan bahwa tidak ada ruang aman di dunia digital selama perangkat terhubung dengan jaringan lain.

Ancaman siber dapat berasal dari ponsel pintar, aplikasi, hingga perangkat sederhana yang digunakan sehari-hari.

Kemkomdigi mendorong penerapan pendekatan security by design untuk melindungi masyarakat.

“Keamanan siber bukan hanya soal teknologi. Ini soal kebiasaan, kesadaran, dan kepemimpinan,” pungkas Nezar.