Pariaman – Konsistensi pemilih di Sumatra Barat, khususnya di Padang Pariaman dan Kota Pariaman (Piaman) terhadap Anies Baswedan, Capres nomor urut 01, tak tergoyahkan oleh berbagai prank politik yang beredar di media sosial maupun media mainstream.
“Suami saya bilang, hanya empat partai yang boleh dipilih,” ungkap seorang pemilih di Padang Pariaman.
Dukungan terhadap Anies di Piaman terus berkembang, bagaikan cendawan di musim hujan. Para pemilih di Piaman memahami pesan Anies bahwa perubahan yang diteriakkan selama dua tahun terakhir tak berarti apa-apa tanpa rakyat dan partai pengusung, yaitu NasDem, PKS, dan PKB, serta partai pendukung, Partai Ummat.
“Empat partai peserta pemilu, NasDem, PKS, PKB, dan Partai Ummat, yang tergabung dalam Koalisi Perubahan, mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sebagai Capres-Cawapres dengan nomor urut 01. Insya Allah, pemilih Piaman akan berbondong-bondong mencoblos mereka pada 14 Februari 2024,” ujar Adrian Tuswandi, Caleg Partai Ummat Dapil Sumatra Barat 2 (Padang Pariaman-Kota Pariaman), kepada wartawan.
Anies Baswedan selalu menekankan di berbagai platform media sosial dan kampanyenya di seluruh Indonesia bahwa perjuangan perubahan tidak bisa dilakukannya sendiri.
“Pilih Anies-Muhaimin, pilih juga partai pengusung dan partai pendukung AM1N, yaitu NasDem, PKS, PKB, dan Partai Ummat. Karena perubahan yang terus membesar sebagai keinginan rakyat tidak bisa dilakukan Anies-Muhaimin sendiri tanpa partai pengusung dan rakyat se-Indonesia,” kata Anies.
Anies bahkan menegaskan bahwa solusi untuk mengubah kebutuhan pokok menjadi murah, pendidikan dan kesehatan menjadi mudah diakses, dan lapangan pekerjaan tersedia bagi para lulusan, ada di tangan Anies-Muhaimin sebagai kreator perubahan Indonesia.
“Semua itu bisa kita lakukan, jika pada 14 Februari 2024 suara kaum perubahan Indonesia mengalahkan suara calon lain,” tegas Anies.
Adrian Tuswandi, Caleg nomor urut 1 Partai Ummat di Dapil Sumbar 2, mengatakan bahwa Anies Baswedan tidak berasal dari partai tertentu, sehingga ia tak diragukan dalam mengkampanyekan perubahan dan partai.
“Saya tidak siapa-siapa, tapi diberi ruang dan dikampanyekan oleh Mas Anies saat singgah di Sitinjau Lauik maupun di VVIP Room BIM,” ujar Adrian Tuswandi, disambut teriakan “Amin Aja Dulu” dari para pendukungnya di Piaman.






