RanahTeknologi

Apple Jadi Satu-Satunya yang Tumbuh di Pasar Global

128
×

Apple Jadi Satu-Satunya yang Tumbuh di Pasar Global

Sebarkan artikel ini
apple-satu-satunya-yang-hijau,-smartphone-korea-dan-china-merah
Apple Satu-satunya yang Hijau, Smartphone Korea dan China Merah

Jakarta – Apple menjadi satu-satunya produsen smartphone yang mencatat pertumbuhan pada kuartal I 2026, ketika sebagian besar pesaingnya justru mengalami penurunan penjualan. Berdasarkan data Counterpoint Research, pengiriman Apple naik 5 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY), ditopang tingginya permintaan iPhone 17 series di tengah kondisi ekonomi global yang masih lesu.

Pencapaian itu membuat Apple tetap berada di posisi teratas pasar ponsel pintar dunia. Kinerja perusahaan asal Amerika Serikat tersebut juga didukung strategi tukar tambah yang agresif serta loyalitas tinggi pengguna terhadap ekosistem perangkat Apple.

Di bawah Apple, Samsung menempati posisi kedua tetapi justru mencatat penurunan penjualan 6 persen YoY. Analis Counterpoint menilai keterlambatan peluncuran Galaxy S26 series dan lemahnya performa di segmen entry-level menjadi faktor utama yang menekan kinerja produsen asal Korea Selatan itu.

Meski demikian, Samsung masih dinilai berpeluang bangkit pada kuartal berikutnya. Penjualan awal Galaxy S26 yang memecahkan rekor disebut bisa menjadi modal pemulihan bagi perusahaan tersebut.

Xiaomi yang berada di posisi ketiga juga belum lepas dari tekanan. Penjualan merek asal China itu turun 19 persen YoY, seiring dampak krisis semikonduktor dan chip memori yang masih berlanjut.

Kondisi Xiaomi disebut lebih rentan karena perusahaan ini banyak bergantung pada perangkat kelas bawah yang sensitif terhadap harga. Kenaikan biaya komponen pun dinilai lebih berat menekan margin dan persediaan Xiaomi dibandingkan para pesaing yang fokus pada produk premium.

Oppo dan Vivo juga belum mampu keluar dari tekanan pasar global. Keduanya masing-masing mencatat penurunan penjualan 4 persen dan 2 persen. Adapun kategori lainnya turun lebih dalam, yakni 10 persen.

Counterpoint memperkirakan industri smartphone masih akan menghadapi tantangan berat hingga akhir 2026. Harga komponen memori yang tetap tinggi membuat para produsen peralatan asli atau OEM harus mengubah strategi bisnisnya.

Alih-alih memburu volume pengiriman besar, sejumlah perusahaan kini cenderung memprioritaskan nilai. Langkah itu ditempuh dengan merampingkan portofolio produk, menghapus model bermargin rendah, serta memanfaatkan pasar perangkat rekondisi untuk menjangkau konsumen yang ingin berhemat.

Efisiensi dan pembaruan konfigurasi perangkat keras pun dinilai bakal menjadi kunci untuk menjaga profitabilitas di tengah pasar yang semakin ketat.