Bireuen – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan pemulihan listrik di Banda Aceh dan wilayah barat Aceh dapat selesai secepatnya pada Jumat atau Sabtu pekan ini. Hal ini disampaikan saat meninjau langsung lokasi banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (2/12/2025).
Tujuan peninjauan ini adalah memastikan percepatan perbaikan jaringan listrik yang rusak akibat banjir dan angin kencang.
“Saya tahu medan ini tidak mudah, tetapi ini panggilan untuk mengabdi kepada negara,” tegas Bahlil dalam keterangan tertulisnya.
Dalam kunjungannya, Bahlil meninjau salah satu tower transmisi di jalur Bireuen-Arun yang rusak. Ia meminta PT PLN (Persero) untuk mempercepat perbaikan.
Jalur tersebut merupakan salah satu suplai listrik utama di Aceh, sehingga pemulihan harus dilakukan tanpa penundaan.
PLN telah menyiapkan tower emergency yang dapat dibangun dalam dua hari untuk menyambung kembali aliran listrik dari pembangkit Arun dan Naganraya.
Setelah pemasangan tower darurat, PLN akan melanjutkan penyambungan kabel.
Menurut data PLN, 12 tower transmisi SUTT 150 kV rusak di jalur Bireuen-Arun, Brandan-Langsa, dan Peusangan-Bireuen.
Kerusakan ini menyebabkan gangguan pasokan listrik di lebih dari 10 kabupaten/kota, termasuk Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, hingga Aceh Selatan.
Hingga saat ini, progres pemulihan menunjukkan peningkatan signifikan.
Dari 263 penyulang yang padam, 153 penyulang atau 58,2 persen sudah kembali beroperasi.
Sebanyak 6.844 dari 9.669 gardu distribusi telah menyala dan beban listrik yang kembali pulih mencapai 173,05 MW atau 69,8 persen.
Jumlah pelanggan yang kembali menikmati listrik mencapai 727.735 atau 69,7 persen dari total terdampak.






