Ranah

BNPB Salurkan Bantuan Darurat untuk Tanah Datar

137
×

BNPB Salurkan Bantuan Darurat untuk Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
bnpb-salurkan-bantuan-darurat-untuk-tanah-datar
BNPB Salurkan Bantuan Darurat Untuk Tanah Datar

Tanah Datar – Bantuan kemanusiaan mulai mengalir ke Kabupaten Tanah Datar pada hari ketiga masa tanggap darurat bencana yang ditetapkan pemerintah daerah selama 14 hari, sejak 13 hingga 26 Mei 2026. Respons datang dari BNPB, swasta, masyarakat, BUMD, serta para perantau.

BNPB menjadi salah satu pihak pertama yang menyalurkan dukungan untuk mempercepat penanganan banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah. Bantuan peralatan dan logistik itu diserahkan secara simbolis oleh Staf Fungsional BNPB Yustam kepada Bupati Tanah Datar Eka Putra di Gedung Indojolito Batusangkar, Jumat (15/5/2026).

Atas nama Kepala BNPB, Yustam menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terkait bencana yang terjadi di beberapa kawasan. Ia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons kondisi darurat.

“Hari ini BNPB menyerahkan bantuan logistik darurat serta dana siap pakai sebesar Rp223.450.000 untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak pasca bencana,” ujarnya.

Bantuan itu terdiri atas 200 paket sembako, 150 paket makanan siap saji, 50 paket hygiene kit, 200 lembar matras, 100 lembar terpal, dan 100 lembar selimut. Seusai penyerahan, Yustam bersama Eka Putra dan Wakil Bupati Ahmad Fadly meninjau sejumlah titik yang terdampak banjir dan longsor.

BNPB menegaskan pendampingan terhadap daerah terdampak akan terus berlanjut, terutama terkait kerusakan infrastruktur. Lembaga itu juga akan menyampaikan hasil pantauan lapangan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

“Apa yang kami lihat di lapangan dan bagaimana langkah penanganannya nanti akan kami sampaikan kepada pimpinan,” kata Yustam.

Eka Putra menjelaskan, banjir dan longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Tanah Datar pada 12 Mei 2026 sejak pukul 14.00 WIB hingga 13 Mei 2026 pukul 04.00 WIB. Bencana itu menerjang sejumlah kecamatan, di antaranya Padang Ganting, Tanjung Emas, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, Sungai Tarab, dan Salimpaung.

“Malam harinya kami langsung menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda dan menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, sekaligus berkoordinasi dengan BNPB Pusat dan Kementerian PUPR,” ujarnya.

Dampaknya meluas. Sebanyak 14 rumah mengalami rusak berat, 60 rumah rusak sedang, sementara 10 jembatan hanyut dan rusak. Kondisi itu sempat mengisolasi sekitar 80 kepala keluarga dan merusak ratusan hektare sawah warga.

“Alhamdulillah, berkat gerak cepat seluruh unsur terkait, saat ini akses masyarakat yang sebelumnya terisolasi sudah dapat dilalui melalui jembatan darurat yang dibuat masyarakat secara bergotong royong,” ungkapnya.

Eka juga menyebut BNPB bersama tim Zipur telah melakukan survei lapangan. Dalam waktu dekat, jembatan darurat akan dibangun untuk memulihkan akses kendaraan, memperlancar distribusi bahan pokok, dan menunjang aktivitas warga.

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena prakiraan BMKG masih menunjukkan potensi curah hujan tinggi dalam beberapa hari ke depan.