Ranah

BP BUMN Pacu Restrukturisasi demi Target Laba Rp450 Triliun

153
×

BP BUMN Pacu Restrukturisasi demi Target Laba Rp450 Triliun

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta – Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menargetkan lonjakan laba perusahaan pelat merah hingga mencapai Rp360 triliun pada 2026. Proyeksi pertumbuhan tersebut diyakini akan terus berlanjut hingga menyentuh angka Rp450 triliun pada 2029 mendatang.

Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas keraguan publik terhadap kontribusi BUMN bagi negara. Dony secara tegas membantah narasi yang menyebut perusahaan negara tidak memberikan keuntungan. Sebagai bukti konkret, ia memaparkan bahwa hingga kuartal I 2026, BUMN telah menyetorkan pajak sebesar Rp215 triliun, atau setara dengan hampir sepertiga dari total APBN.

“Tidak benar kalau banyak yang bilang BUMN tidak pernah untung. Itu keliru,” ujar Dony saat menghadiri Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026).

Guna mencapai target ambisius tersebut, Dony menerapkan kebijakan restrukturisasi ketat terhadap entitas bisnis yang dinilai tidak sehat. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah rencana penutupan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) di Bandung, yang dinilai memiliki sistem pengelolaan yang tidak terintegrasi.

Di sela-sela pemaparan strategi bisnisnya, Plt Menteri BUMN ini turut membagikan filosofi kepemimpinan kepada generasi muda. Ia menekankan bahwa kesuksesan bukanlah hasil instan, melainkan buah dari persiapan yang matang.

“Kesuksesan lahir ketika persiapan bertemu dengan kesempatan (preparation meets opportunity),” ungkap sosok yang mengawali karier profesionalnya sebagai call center tersebut.

Dony, yang meniti karier dari bawah, meyakini bahwa integritas, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar merupakan kunci utama bagi siapa pun untuk meraih posisi puncak, termasuk bagi mereka yang berasal dari daerah.