Yogyakarta – Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menetapkan target ambisius bagi perusahaan negara dengan memproyeksikan laba menembus Rp360 triliun pada 2026. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dari estimasi tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp335 triliun.
Tidak berhenti di situ, Dony menargetkan lonjakan keuntungan hingga mencapai Rp450 triliun pada 2029. Ia menepis anggapan bahwa BUMN tidak produktif dengan menyodorkan data kinerja kuartal I 2026, di mana perusahaan pelat merah telah menyetorkan pajak sebesar Rp215 triliun serta memberikan kontribusi hingga sepertiga dari total APBN.
Pernyataan tersebut disampaikan Dony dalam gelaran Jogja Financial Festival 2026, Sabtu (23/5/2026). Selain memaparkan proyeksi keuangan, ia menegaskan komitmen restrukturisasi terhadap BUMN yang dinilai tidak sehat. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penutupan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) di Bandung akibat tata kelola yang dinilai tidak terintegrasi.
Di hadapan generasi muda, Dony turut membagikan refleksi perjalanan kariernya yang merangkak dari posisi staf call center di Bank Universal hingga kini memegang kendali strategis nasional. Ia menekankan bahwa keberhasilan bukanlah pencapaian instan, melainkan hasil dari akumulasi persiapan matang dan ketepatan dalam memanfaatkan peluang.
“Kesuksesan lahir ketika persiapan bertemu dengan kesempatan,” ujar pria kelahiran Tanah Datar, 26 September 1969 ini.
Bagi Dony, latar belakang seseorang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk mencapai puncak kepemimpinan. Ia mendorong anak muda untuk terus mengasah kompetensi, menjaga integritas, serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi dinamika kehidupan. “Anak desa pun bisa menjadi pemimpin besar,” tambahnya.
Dony Oskaria sendiri memiliki rekam jejak panjang di dunia korporasi, termasuk pernah menjabat sebagai CEO di berbagai perusahaan di bawah naungan CT Corp. Lulusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran dan peraih gelar MBA dari The Asian Institute of Management, Filipina, ini kini memegang peran krusial sebagai Kepala BP BUMN sekaligus Plt Menteri BUMN.






