Beijing – Pemerintah China mengalokasikan dana sebesar 250 miliar yuan (sekitar Rp3.803 triliun) untuk mengembangkan industri mobil listrik. Alokasi dana ini sebagai upaya Beijing mempercepat transisi menuju energi bersih dan mengurangi emisi karbon.
“Dana tersebut akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan teknologi baterai, peningkatan infrastruktur pengisian daya, serta insentif bagi konsumen untuk membeli kendaraan listrik,” ujar Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok, Xiao Yaqing, Kamis (8/4/2021).
Xiao menambahkan, pemerintah juga akan memberikan subsidi bagi perusahaan yang memproduksi mobil listrik. Hal ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan daya saing industri otomotif lokal.
Langkah China menggelontorkan dana besar untuk mobil listrik sejalan dengan komitmennya mencapai netralitas karbon pada 2060. Sektor transportasi merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca yang signifikan, sehingga transisi ke kendaraan listrik dianggap krusial.
“Pemerintah China sangat mendukung pengembangan industri mobil listrik,” kata Xiao.
“Kami yakin industri ini akan memainkan peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan kami.” (Xiao Yaqing, Menteri Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok)






