EkonomiRanah

Danantara dan Pemerintah Rundingkan Tanggung Jawab Utang Kereta

156
×

Danantara dan Pemerintah Rundingkan Tanggung Jawab Utang Kereta

Sebarkan artikel ini
bagi-peran-danantara-dan-pemerintah-soal-utang-kereta-cepat
Bagi Peran Danantara dan Pemerintah soal Utang Kereta Cepat

Jakarta – Danantara Indonesia akan terlibat dalam negosiasi restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria.

“Sudah disampaikan oleh Pak Presiden tentu melibatkan pemerintah dan Danantara. Ini juga solusi terbaik tentunya, mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara,” ujar Dony di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Dony menjelaskan, Danantara akan fokus pada restrukturisasi utang yang berkaitan dengan operasional Whoosh. Sementara itu, porsi pemerintah akan menangani aspek infrastruktur.

Sebagai Kepala BP BUMN, Dony menegaskan tanggung jawab Danantara terhadap operasional Whoosh. Ia berharap jumlah penumpang kereta cepat ini akan terus meningkat.

“Kami bertanggung jawab secara operasional daripada Whoosh supaya bagaimana Whoosh lebih optimal lagi memberikan layanan,” katanya.

Proyek Whoosh mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) dari perkiraan awal US$ 6,02 miliar menjadi US$ 7,22 miliar.

Sekitar 75 persen dari total biaya tersebut dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank senilai US$ 5,415 miliar.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) harus membayar US$ 120,9 juta per tahun untuk bunganya, dengan bunga tahunan utang pokok 2 persen dan bunga untuk cost overrun 3,4 persen per tahun.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk merumuskan opsi penyelesaian pinjaman secara menyeluruh.

“Kami sedang mengevaluasi beberapa skema pembayaran yang memungkinkan, dan memastikan semuanya tidak membebani APBN,” pungkas Rosan.